Psikologi Warna

Psikologi warna adalah efek-efek warna yang mempengaruhi kesan psikologis. Pengertian tentang warna, baik berupa keharmonisan, pandangan, pola dan asal usulnya menjadi bagian yang sangat penting untuk pengetahuan para seniman, arsitek dan pendesain dalam berkarya. Tiap warna mempunyai warna yang berbeda-beda, dalam penelitian pengaruh warna terhadap mata, diperoleh hasil bahwa warna (hue) terjadi karena sensasi yang ditimbulkan oleh otak sebagai akibat dari sentuhan gelombang cahaya pada retina mata. Warna tidak lepas dari cahaya, nilai gelap terang yang membedakan suatu bentuk dari lingkungannya, dapat menimbulkan kesan natural (original color) atau bermakna (pigment).
Efek psikologis warna yang diberikan oleh warna sangat berpengaruh pada perilaku seseorang, bahkan pada anak-anak dimana unsur persepsi belum terlalu kuat, warna tetap bisa memberikan pengaruhnya. Hasil kesimpulan pada penelitian di rumah sakit UKI Cawang menyatakan bahwa ada hubungan antara warna interior dinding dengan efek psikologis pada  pasien,  yaitu warna interior  dinding  yang berwarna (krem / kuning gading) kurang meyebabkan stres dibandingkan warna interior dinding yang putih.
Dari penelitian-penelitian yang sudah ada, kebanyakan mengukur warna dari segi efek psikologis yang diberikannya, sehingga variabel yang dapat ditentukan pada warna ialah karakter yang ada pada warna tersebut.
Berikut merupakan karakter- karakter warna yang mempengaruhi suasana rileks (Buku Pintar Seri Senior, 2007): 
  1. Biru tua. Melambangkan perasaan yang dalam. Warna ini mempunyai karakter tentang konsentrasi, ketenangan, bekerjasama, dapat menerima segala masukan, perasa, cerdas, dan bersatu. Selain itu warna biru juga memberikan pengaruh lemah lembut, bijaksana, cepat puas, pengasih dan penyayang, tidak mudah tersinggung dan banyak kawan.  
  2. Merah dan Orange. Melambangkan kekuatan, kemauan, eksentrik, aktif, agresif, bersaing, warna ini memberikan pengaruh berkemauan keras dan penuh semangat.  
  3. Hijau dan Biru. Melambangkan elastisitas keinginan. Cenderung pasif, bertahan, mandiri, posesif, susah menerima pemikirian orang lain. Pengaruh dari warna ini antara lain teguh dan kokoh, mempertahankan miliknya, keras kepala dan berpendirian tetap.  
  4. Kuning terang. Warna ini bersifat menonjol, semangat untuk maju dan toleransi tinggi. Pengaruh warna ini antara lain riang, dermawan dan sukses.  
  5. Ungu. Ungu adalah campuran warna merah dan biru. Mengambarkan sikap ‘gempuran’ keras yang dilambangkan dengan warna biru. Perpaduan antara keintiman dan erotis atau menjurus ke pengertian yang dalam dan peka. Bersifat kurang teliti dan namun penuh harapan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar