Kontrasepsi Tanpa Alat

Kontrasepsi tanpa alat dapat dilakukan oleh pasangan yang ingin melakukan Keluarga berencana. Macam-macam kontrasepsi tanpa menggunakan alat adalah sebagai berikut:
Sanggama Terputus
Cara ini mungkin merupakan cara kontrasepsi yang tertua yang dikenal oleh manusia, dan mungkin masih merupakan cara yang banyak dilakukan sampai sekarang. Sanggama terputus ialah penarikan penis dari vagina sebelum terjadinya ejakulasi. Hal ini berdasarkan kenyataan, bahwa akan terjadinya ejakulasi disadari sebelumnya oleh bagian terbesar pria, dan setelah itu masih ada waktu kira–kira 1 detik sebelum ejakulasi terjadi. Waktu yang singkat ini dapat digunakan untuk menarik penis keluar dari vagina (Sarwono.2008).
Keuntungannya, cara ini tidak membutuhkan biaya, alat – alat maupun persiapan, akan tetapi kekurangannya bahwa untuk mensukseskan cara ini dibutuhkan pengendalian diri yang besar dari pihak pria. Beberapa pria karena faktor jasmani emosional tidak dapat menggunakan cara ini. Selanjutnya, penggunaan cara ini dapat menimbulkan neurasteni.
Menurut sarwono (2008) kegagalan dengan cara ini dapat disebabkan oleh:
  1. Adanya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi yang mengandung sperma. 
  2. Terlambatnya pengeluaran penis dari vagina. 
  3. Pengeluaran semen dekat vulva dapat menyebabkan kehamilan.
Pantang Berkala
Prinsip metode pantang berkala ini adalah tidak melakukan sanggama pada masa subur yaitu pertengahan siklus haid atau ditandai dengan keluarnya lendir encer dari liang vagina. Untuk menghitung masa subur digunakan rumus siklus terpanjang dikurangi 11 hari dan siklus terpendek dikurangi 18 hari. Dua angka yang diperoleh merupakan range masa subur. Dalam jangka waktu subur tersebut harus pantang sanggama, dan diluarnya merupakan massa aman. Sebagai contoh jika seorang wanita mempunyai siklus haid dari hari ke 28 sampai ke 36, maka perhitungannya adalah 28-18 = 10, dan 36- 11 = 25. Maka konsepsi dapat terjadi hari ke 10 hingga hari ke 25 daur haid, sehingga masa aman adalah hari pertama sampai hari ke 0 daur haid (Samra-Latif, 2011).
Metode ini tanpa efek samping, gratis, tidak menggunakan bahan kimia, dapat digunakan oleh semua wanita baik tua maupun muda. Bagi wanita, cara ini sangat sulit dilaksanakan karena sukar menentukan saat ovulasi yang tepat terlebih lagi hanya sedikit wanita yang mempunyai daur haid teratur (Sarwono, 2008).
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar