Komponen-Komponen Trust

Menurut Johnson & Johnson (1997), komponen-komponen trust meliputi trusting dan trustworthy. Trusting mencakup openness dan sharing, dan trustworthy mencakup acceptance, support serta cooperative intentions. 
Trusting
Komponen – komponen trusting adalah sebagai berikut:
  1. Keterbukaan (openness): membagi informasi, ide-ide, pemikiran, perasaan, dan reaksi terhadap isu-isu yang terjadi. 
  2. Berbagi (sharing): menawarkan bantuan material dan sumber daya kepada orang lain dengan tujuan untuk membantu mereka menuju penyelesaian tugas.
Tingkah laku trusting adalah:
  1. Kemauan untuk mengambil resiko terhadap akibat yang baik ataupun buruk. 
  2. Perilaku yang melibatkan keterbukaan diri dan kemauan untuk diterima dan didukung secara terbuka oleh orang lain. 
Trustworthy
Komponen – komponen trustworthy adalah sebagai berikut:
  1. Penerimaan (acceptance): melakukan komunikasi dengan orang lain dan menghargai pendapat mereka tentang suatu hal yang sedang dibicarakan  
  2. Dukungan (support): hubungan dengan orang lain yang diketahui kemampuannya dan percaya bahwa mereka memiliki kapabilitas yang dibutuhkan 
  3. Niat untuk bekerjasama (cooperative Intentions): harapan bahwa orang lain dapat di ajak bekerja sama untuk mencapai pemenuhan tujuan.
Tingkah laku trustworthy adalah sebagai berikut:
  1. Kemauan untuk merespon terhadap resiko yang telah diambil orang lain yang menyakinkan bahwa orang tersebut akan menerima akibat yang baik. 
  2. Perilaku yang melibatkan penerimaan terhadap kepercayaan orang lain. 
Menurut Johnson & Johnson (1997), penerimaan (acceptance) mungkin merupakan perhatian yang pertama dan paling dalam yang muncul dalam sebuah hubungan. Penerimaan terhadap orang lain biasanya disertai penerimaan terhadap diri sendiri. Individu harus dapat menerima diri mereka sendiri sebelum mereka dapat sepenuhnya menerima orang lain. Penerimaan merupakan kunci untuk mengurangi kecemasan dan ketakutan ketika mendapat kritik. Jika seseorang merasa tidak diterima, maka frekuensi dan partisipasinya berhubungan dengan orang lain akan berkurang. Untuk membangun trust dan memperdalam hubungan dengan orang lain, setiap individu harus bisa untuk mengkomunikasikan acceptance, support dan cooperativeness.
Kunci untuk membangun dan mempertahankan trust adalah menjadi  trustworthy. Semakin acceptance dan supportive seseorang terhadap orang lain, maka orang lain akan semakin dapat mengemukakan pemikirannya, ide-ide, kesimpulan-kesimpulan, perasaan dan reaksinya. Semakin trustworthy individu dalam merespon keterbukaan orang lain, maka semakin dalam dan personal pemikiran yang akan dibagikan orang lain. Jika seseorang ingin meningkatkan trust, maka trustworthiness harus ditingkatkan.
Keterampilan utama yang penting dalam mengkomunikasikan acceptance, support dan cooperativeness melibatkan pengekspresian kehangatan, pengertian yang akurat, dan keinginan untuk bekerjasama. Ada bukti-bukti yang menyatakan bahwa ekspresi semacam itu dapat meningkatkan trust dalam suatu hubungan, bahkan ketika ada konflik yang tidak terselesaikan antara individu yang terlibat (Johnson & Johnson, 1997).
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar