Kegiatan Pengembangan Karir

Terdiri dari beberapa program atau kegiatan pengembangan karir yang bisa dilakukan dalam sebuah manajemen. Untuk mengarahkan pengembangan karir agar menguntungkan perusahaan dan karyawan, maka pihak perusahaan sering mengadakan program-program latihan dan pengembangan bagi karyawan.
Disamping itu, perusahaan perlu mengusahakan dukungan manajemen, memberikan umpan balik kepada karyawan dan membangun suatu lingkungan kerja  yang baik untuk meningkatkan kemampuan dan keiginan karyawan dalam melaksanakan pengembangan karir . Titik awal pengembangan karir dimulai dari diri karyawan. Setiap orang bertanggung jawab atas pengembangan atau kemajuan karirnya. Setelah komitmen pribadi dibuat, beberapa kegiatan pengembangan karir dapat dilakukan.
Menurut Handoko (2000) ada beberapa kegiatan pengembangan karir individual yaitu:
  1. Prestasi kerja 
  2. Exposure 
  3. Permintaan berhenti 
  4. Kesetiaan organisional 
  5. Mentors dan sponsors 
  6. Kesempatan-kesempatan untuk tumbuh
Kegiatan pengembangan karir tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
  1. Prestasi kerja. Kegiatan paling penting untuk memajukan karir adalah prestasi kerja yang baik, karena hal ini mendasari semua kegiatan pengembangan karir lainnya. 
  2. Exposure Kemajuan karir juga ditentukan oleh exposure. Exposure berarti menjadi dikenal oleh orang-orang yang memutuskan promosi, transfer dan kesempatan-kesempatan  karir lainnya. 
  3. Permintaan berhenti. Bila seorang karyawan melihat kesempatan karir yang lebih besar ditempat lainnya, maka permintaan berhenti mungkin merupakan suatu cara untuk mencapai sasaran karir lainnya. 
  4. Kesetiaan organisional. Dalam banyak organisasi, orang-orang meletakkan kemajuan karir tergantung pada kesetiaan organisasi. 
  5. Mentors dan sponsor Seorang mentors adalah orang yang menawarkan bimbingan karir  informal. Bila mentors dapat menominasi karyawan untuk kegiatan kegiatan pengembangan karir, seperti program latihan, transfer atau promosi maka dia menjadi sponsor. 
  6. Kesempatan-kesempatan untuk tumbuh. Bila karyawan meningkatkan kemampuan, misalnya melalui program latihan, pengambilan kursus-kursus atau penambahan-penambahan gelar, maka berarti mereka memanfaatkan untuk tumbuh.
Pengembangan karir seharusnya tidak hanya tergantung pada usaha-usaha individu saja, disebabkan karena tidak selalu sesuai dengan kepentingan perusahaan. Untuk mengarahkan pengembangan karir agar menguntungkan perusahaan dan karyawan, maka bagian personalia sering mengadakan program- program latihan dan pengembangan bagi para karyawan.
Program–program pelatihan dan pengembangan yang dilakukan perusahaan dapat efektif dan efisien sehingga tidak menimbulkan kejenuhan dalam pekerjaan. Menurut Mahmoda (2005) menyatakan bahwa, dalam pekerjaan diperlukan adanya suatu pengembangan karir yang meliputi:mutasi, promosi dan demosi. Menurut Hasibuan (2001),’Mutasi horizontal (rotasi) adalah pemindahan seorang karyawan dari suatu jabatan ke jabatan lainnya, tetapi pangkatnya tetap, hanya pekerjaan yang berbeda”. Prinsip mutasi adalah memutasikan karyawan  kepada posisi yang tepat dan pekerjaan yang sesuai, agar semangat dan produktivitas kerjanya meningkat, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja dalam perusahaan. Mutasi merupakan salah satu tindak lanjut yang dilakukan dari hasil penilaian prestasi kerja. Dengan adanya mutasi  diharapkan dapat memberikan uraian pekerjaan, sifat pekerjaan, lingkungan pekerjaan, dan alat-alat kerja yang cocok bagi karywan yang bersangkutan sehingga dapat bekerja secara efisien dan efektif pada jabatan itu.
Promosi memberikan peran penting bagi setiap karyawan, bahkan menjadi idaman yang selalu dinanti-nantikan. Menurut Hasibuan (2001),”promosi authority dan responsibility-nya semakin besar biasanya diikuti kenaikan pendapatan.” Dengan promosi berarti ada kepercayaan dan pengakuan mengenai kemampuan serta kecakapan karyawan untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi.
Selanjutnya Simamora (2004) menyatakan: Promosi(promotion) terjadi tatkala seorang karyawan berpindah dari suatu pekerjaan keposisi lainnya yang lebih tinggi, tanggung jawab, dan /atau jenjang organisasionalnya. Pada saat dipromosikan karyawan umumnya menghadapi peningkatan tuntutan dalam keahlian, kemampuan, dan tanggung jawab sebaliknya, para karyawan lazimnya menerima kenaikan gaji dan kadang-kadang tunjangan, otoritas, dan status yang lebih tinggi.
Menurut Hasibuan (2001) ”Demosi yaitu mutasi dengan cara penurunan pangkat atau jababatan seseorang”. Dengan kata lain demosi adalah perpindahan karyawan dari suatu organisasi, wewenang, tanggung jawab, pendapatan serta statusnya semakin rendah.Misalnya sudah waktunya pensiun dengan alasan masa kerja sudah berakhir atau diberhentikan karena karyawan melanggar ketentuan instansi.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar