Karakteristik Pendidikan Luar Sekolah

Karakteristik pendidikan luar sekolah dapat dilihat dari proses belajar mengajarnya. Luasnya cakupan Pendidikan Luar Sekolah menimbulkan berbagai persepsi terhadap berbagai program yang ada di masyarakat. Untuk lebih memperjelas satuan dan jenis pendidikan Pendidikan Luar Sekolah, berikut dijelaskan karakteristik Pendidikan Luar Sekolah menurut Sudjana (2001) adalah sebagai berikut:
Dari Segi Tujuan  
  1. Jangka pendek dan khusus, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar tertentu yang fungsional bagi kehidupan masa kini dan masa depan. 
  2. Kurang menekankan pentingnya ijazah, hasil belajar, berijazah atau tidak, dapat diterapkan langsung dalam kehidupan di lingkungan pekerjaan atau masyarakat.
Dari Segi Waktu 
  1. Waktu relatif singkat, jarang lebih dari satu tahun, pada umumnya kurang dari satu tahun. Lamanya penyelenggaraan program bergantung pada kebutuhan belajar peserta didik. Persyaratan untuk mengikuti program ialah kebutuhan, minat, dan kesempatan waktu peserta. 
  2. Menekankan masa sekarang dan masa depan, memusatkan layanan untuk memenuhi kebutuhan terasa peserta didik guna meningkatkan kemampuan sosial ekonominya dalam waktu bebas. 
  3. Menggunakan waktu tidak penuh dan tidak terus menerus, waktu ditetapkan dengan berbagai cara sesuai dengan kesempatan peserta didik, serta memungkinkan untuk melakukan kegiatan belajar sambil bekerja atau berusaha.
Dari Segi Isi Program 
  1. Kurikulum berpusat pada kepentingan peserta didik, kurikulum bermacam ragam sesuai dengan perbedaan kebutuhan belajar peserta didik dan potensi daerah pendidikan.
Dari Segi Proses Pembelajaran 
  1. Dipusatkan dilingkungan masyarakat dan lembaga, kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan di berbagai lingkungan atau satuan Pendidikan Luar Sekolah. 
  2. Berkaitan dengan kehidupan peserta didik dan masyarakat, pada waktu mengikuti program pendidikan, peserta didik berkomunikasi dengan dunia kehidupan atau pekerjaannya. Lingkungan dihubungkan secara fungsional dengan kegiatan belajar. 
  3. Struktur program yang luwes, jenis dan urutan program kegiatan belajar bervariasi. Pengembangan program dapat dilakukan sewaktu program sedang berjalan. 
  4. Berpusat pada peserta didik, kegiatan pembelajaran dapat menggunakan sumber belajar dari berbagai keahlian dan nara sumber. Peserta didik dapat menjadi sumber belajar. Lebih menekankan kegiatan membelajarkan dibandingkan mengajar. 
  5. Penghematan sumber-sumber yang tersedia, memanfaatkan tenaga dan sarana yang terdapat di masyarakat dan lingkungan kerja dalam rangka efisiensi.
Dari Segi Pengendalian 
  1. Dilakukan oleh pelaksana program dan peserta didik, pengendalian tidak terpusatkan. Koordinasi dilakukan antar lembaga-lembaga terkait. Otonomi pada tingkat program dan derah menekankan inisiatif dan partisipasi masyarakat. 
  2. Pendekatan demokratis, hubungan pendidik dengan peserta didik bercorak hubungan sejajar atas dasar kefungsian. Pembinaan program dilakukan secara demokratik.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar