Implikasi Pendidikan Sepanjang Hayat

Terdapat beberapa implikasi pendidikan sepanjang hayat. Pendidikan sepanjang hayat diharapkan menjiwai pendidikan masa kini dan pada masa mendatang.
Ciri-ciri khas pendidikan sepanjang hayat (PSH) yang dimaksud adalah:
  1. PSH menghilangkan tembok pemisah antara sekolah denga lingkungan kehidupan nyata di luar sekolah. 
  2. PSH menempatkan kegiatan belajar sebagai bagian integral dari proses hidup yang berkesinambungan, sedangkan “sekolah” hanya merupakan sebagian dari keseluruhan proses belajar yang dialami oleh seseorang selama hidupnya. 
  3. PSH lebih mengutamakan pembekalan sikap dan metode dari pada isi pendidikan. 
  4. PSH menempatkan peserta didik sebagai individu yang menjadi perilaku utama di dalam proses pendidikan, yang mengarah kepada pendidikan diri sendiri (self education), autodidak yang aktif kreatif, tekun, bebas dan bertanggung jawab, tabah, dan yang sejalan dengan penciptaan masyarakat gemar belajar (learning society).
Disamping ciri-ciri tersebut diatas yang menjadi alasan mengapa pendidikan sepanjang hayat (PSH) perlu digalakkan adalah juga:
  1. Pada hakikatnya belajar berlagsung sepanjang hidup. 
  2. Sekolah tradisional tidak dapat memberikan bekal kerja yang coraknya semakin tidak menentu dan cepat berubah. 
  3. Pendidikan masa balita punya peranan penting sebagai pondasi pembentukan kepribadian dan bagi aktualisasi diri. 
  4. Sekolah tradisional mengganggu pemerataan kedilan untuk memperoleh kesempatan berpendidikan. 
  5. Biaya penyelenggaraan sekolah tradisional sangat mahal.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar