Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Attachment

Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi attachment (kelekatan/keterikatan). Menurut Ainsworth (dalam Feeney dan Noller, 1996) mengemukakan bahwa ada beberapa hal yang akan mempengaruhi pembentukan attachment dalam diri seseorang. Faktor–faktor yang mempengaruhi attachment tersebut antara lain ialah pengalaman masa lalu, keturunan, dan jenis kelamin.
  1. Pengalaman   masa   lalu   berkaitan   dengan   kehidupan   seseorang   sebelum seseorang memasuki usia dewasa. Perlakuan orang tua dan orang-orang di sekitar individu  tersebut  akan  mempengaruhi  dirinya  dalam  membangun  attachment dalam dirinya. Kejadian yang ia alami sejak masih kecil sampai memasuki dewasa muda, akan menjadi peristiwa yang dapat membentuk attachment pada diri seseorang. Perpisahan atau kehilangan orang–orang yang disayangi juga akan menjadi aspek yang dapat membentuk attachment pada diri seseorang. Maka dapat dikatakan   bahwa   perceraian   orang   tua   juga akan mempengaruhi pembentukan attachment pada diri seseorang. 
  2. Faktor keturunan. Gen memang belum dapat dipastikan sebagai pembawa sifat keturunan dari attachment. Keturunan dikatakan dapat mempengaruhi pembentukan attachment karena cenderung anak untuk melakukan meniru orang tuanya. Anak akan meniru hal yang mereka lihat, tidak hanya yang dilakukan oleh orang tua tetapi oleh orang–orang di sekitarnya. Anak melihat dan melakukan hal tersebut berulang–ulang. Pada akhirnya anak akan meniru tidak hanya perilaku tetapi juga disertai emosi yang sama dengan figur yang ia contoh. 
  3. Jenis  kelamin  juga  menjadi  faktor  yang  membentuk  attachment  pada  diri seseorang. Feeney dan Noller (1996) menyatakan bahwa wanita memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan pria. Di dalam hubungan percintaan, tingkat kecemasan ini akan mempengaruhi kualitas hubungan seseorang dengan pasangannya.
Selain tiga faktor yang disebutkan oleh Ainsworth (dalam Feeney & Noller, 1996), Collins & Read (dalam Feeney & Noller, 1996) juga menyatakan bahwa attachment style dapat berubah secara signifikan karena terjadinya suatu peristiwa di dalam keluarga, seperti meninggalkan rumah, pernikahan, perceraian, atau meninggalnya pasangan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar