Faktor-faktor yang Mempengaruhi Student Centered Learning

Banyak faktor-faktror yang mempengaruhi Student Centered Learning (SCL). Santrock (2007) menyatakan bahwa ada empat faktor yang harus diperhatikan dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa (SCL), yaitu:
Faktor kognitif dan metakognitif
Ada enam prinsip dalam faktor kognitif dan metakognitif, antara lain:
  1. Sifat proses pembelajaran. Pembelajaran subjek materi yang kompleks akan sangat efektif jika dilakukan dengan proses pengkonstruksian makna dari informasi dan pengalaman. Pelajar yang sukses adalah pelajar yang aktif, mempunyai tujuan dan mampu untuk mengatur dirinya sendiri serta memiliki tanggung jawab terhadap proses pembelajaran mereka sendiri. 
  2. Tujuan proses pembelajaran. Menjadikan siswa mampu untuk menciptakan makna dari pengetahuan dan pengalaman, siswa dapat merepresentasikan pengetahuan mereka dengan kemampuan untuk memecahkan masalah dan juga memiliki pemahaman terhadap pelajaran. 
  3. Konstruksi pengetahuan. Siswa dapat menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya melalui cara-cara yang unik dan penuh makna. 
  4. Pemikiran strategis. Pelajar/siswa dapat menciptakan dan menggunakan berbagai strategi serta penalaran untuk mencapai tujuan dari pembelajaran, dalam hal ini mereka belajar untuk mengembangkan keterampilan strategis dengan mendalami ulang strategi yang sukses dengan mau menerima feedback dan juga dengan mengobservasi atau berinteraksi dengan model yang tepat. 
  5. Metakognisi. Pelajar/siswa yang berhasil adalah mereka yang mencoba untuk belajar dan berpikir, dapat menentukan tujuan belajar, memilih strategi yang tepat serta mampu untuk memantau perkembangan dari proses pembelajaran mereka. 
  6. Kontek pembelajaran. Pembelajaran dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti kultur, dan teknologi.
Faktor motivasi dan emosional
Motivasi dan emosi merupakan aspek dari pembelajaran. Ada tiga prinsip dalam motivasi dan emosi dalam proses pembelajaran, yaitu:
  1. Pengaruh motivasi terhadap pembelajaran. Kedalaman informasi diproses, serta apa dan seberapa banyak yang dipelajari dan diingat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kesadaran diri, keyakinan, kontrol diri, kemampuan, afeksi, emosi, minat, harapan pribadi terhadap kesuksesan dan kegagalan serta tingkat motivasi untuk belajar. 
  2. Motivasi instrinsik untuk belajar. Hal ini mengarah pada apa yang disebut dengan motivasi yang berasal dari dalam diri. Rasa ingin tahu, pemikiran yang mendalam, dan kreativitas merupakan indikator dari motivasi intrinsik anak untuk belajar. Tetapi pemikiran atau emosi negatif misalnya rasa tidak nyaman, takut gagal ataupun rasa malu dapat menghambat anak untuk belajar. 
  3. Efek motivasi terhadap usaha. Usaha adalah aspek yang penting dari motivasi untuk belajar. Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang memerlukan banyak waktu, energi dan ketekunan. Pembelajaran anak akan membaik jika guru mendorong usaha anak dan ketekunan pada anak.
Faktor sosial dan perkembangan
Faktor sosial dan perkembangan mendasari dua prinsip dalam student centered, yaitu:
  1. Pengaruh perkembangan pada pembelajaran. Individu akan belajar dengan baik apabila pembelajarannya sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Karena perkembangan fisik, kognitif dan sosioemosional individu berbeda-beda, maka prestasi setiap anak juga berbeda-beda. 
  2. Pengaruh sosial terhadap pembelajaran. Pembelajaran dipengaruhi oleh interaksi sosial, hubungan interpersonal dan komunikasi dengan orang lain. Pembelajaran sering kali membaik bila anak punya kesempatan untuk berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain dalam menangani tugas, dalam situasi ini, anak punya kesempatan untuk menciptakan perspektif dan mampu untuk berpikir reflektif sehingga bisa memperkuat rasa percaya diri. Hubungan interpersonal yang berkualitas dapat menghasilkan rasa percaya dan perhatian sehingga meningkatkan rasa memiliki, penghargaan diri, penerimaan diri dan menghasilkan iklim pembelajaran yang positif. Orang tua, guru, teman sebaya adalah orang yang sangat penting dalam dunia sosial anak dan hubungan mereka dengan anak dapat memperkuat atau melemahkan pembelajaran anak.
Faktor perbedaan individu
Tiga prinsip learner-centered dalam perbedaan individu dalam pembelajaran adalah:
  1. Perbedaan individu terhadap pembelajaran. Setiap anak punya strategi yang berbeda, pendekatan yang berbeda, dan kemampuan belajar yang berbeda pula. Perbedaan ini akibat dari pengalaman dan hereditas. Anak dilahirkan dengan kemampuan dan bakat yang bisa dikembangkan dan melalui pengalaman mereka akan memilih sendiri cara untuk belajar dan langkah yang diambil dalam belajar. 
  2. Pembelajaran dan diversitas. Pembelajaran yang efektif jika perbedaan bahasa, kultur, dan latar belakang sosial murid ikut dipertimbangkan karena bahasa, kultur dan juga latar belakang sosial mempengaruhi pembelajaran anak. Ketika anak menganggap bahwa latar belakang dan perbedaan individu dihargai, maka motivasi dan prestasi mereka akan meningkat. 
  3. Standar dan penilaian. Menentukan standar yang tinggi dan menilai kemajuan pembelajaran siswa adalah bagian yang penting dari proses pembelajaran. Pembelajaran yang efektif terjadi ketika murid ditantang untuk meraih tujuan yang tinggi dan tepat. Penilaian terhadap pemahaman anak atas suatu materi akan sangat berguna dalam pembelajaran anak. Penilaian diri atas kemajuan pembelajaran dapat meningkatkan keahlian murid dalam menilai diri sendiri dan meningkatkan motivasi dan keinginan untuk belajar mandiri.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar