Faktor-Faktor Produksi

Terdapat beberapa faktor-faktor produksi yang mempengaruhi hasil sebuah industri/perusahaan. Proses produksi mempuyai hubungan yang erat antara input dari proses produksi dengan output proses produksi pada pelaksanaan kegiatan proses produksi terdapat pola atau tahap urutan tertentu. Urutan penyelesaian proses produksi akan berbeda-beda dan bermacam-macam antara satu produk dengan produk lainnya. 
Untuk kegiatan pelaksanaan proses produksi akan menggunakan sumber-sumber yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Sumber-sumber tersebut adalah unsur terpenting dalam proses produksi dengan demikian penyelesaian pekerjaan dapat dilakukan dengan efektif, efisien, serta memperkecil kemungkinan terjadinya kesalahan.
Suatu perusahaan memerlukan sumber daya yang akan dipergunakan untuk memproduksi barang-barang. Sumber daya tersebut adalah bahan mentah , bahan pembantu, mesin-mesin dan peralatan- peralatan lain, tenaga kerja, modal serta tanah untuk lokasi perusahaan. Tiap-tiap perusahaan tentu saja akan mempunyai jumlah dan jenis sumber-sumber produksi yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Pengusaha akan berusaha agar dengan faktor-faktor produksi tertentu yang ada padanya itu menghasilkan barang-barang yang mendatangkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Jenis dan jumlah faktor-faktor produksi inilah yang menentukan jenis serta jumlah barang-barang yang dapat dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan. Jenis serta jumlah faktor-faktor produksi ini sangat terbatas adanya. Di sinilah letak pentingnya kebijaksanaan pimpinan perusahaan untuk mengatur jenis dan jumlah barang-barang yang harus diproduksinya dengan faktor- faktor yang terbatas adanya itu agar keuntungan yang diperolehnya maksimal. Kurang tepatnya penentuan luas produksi akan berakibat semakin kecilnya keuntungan yang diperoleh perusahaan. Kerugian ini terjadi karena orang berproduksi kurang dari optimal, sehingga biaya tetap hanya ditanggung oleh satuan-satuan hasil (unit-unit produk) yang sedikit sehingga biaya tetap per unit menjadi terlalu tinggi. Berproduksi lebih dari optimal berarti adanya sebagian barang-barang hasil yang tidak akan terjual. Hal ini akan menimbulkan tanggungan beban biaya pergudangan yang terlalu besar, lagi pula sebenarnya faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang-barang yang berkelebihan ini dapat digunakan untuk membuat barang-barang yang dapat mendatangkan keuntungan. 
Disamping itu penentuan luas produksi yang tepat akan berarti pula suatu pengusahaan lebih efektif memanfaatkan faktor-faktor produksi yang tersedia bagi perusahaan yang bersangkutan. Ketidaktepatan penentuan luas produksi akan berakibat ketidaktepatan alokasi faktor-faktor produksi. Hal ini membuat semakin besarnya kerugian finansial yang diderita oleh perusahaan. Disamping faktor- faktor produksi yang tersedia, jumlah permintaan akan menentukan luas produksi yang paling menguntungkan.
Dari uraian di atas jelas bahwa luas produksi yang optimal akan dipengaruhi atau dibatasi oleh beberapa faktor yaitu:
  1. Tersedianya bahan dasar 
  2. Tersedianya kapasitas mesin-mesin yang dimiliki 
  3. Tersedianya tenaga kerja 
  4. Batasan permintaan  
  5. Tersedianya faktor-faktor produksi yang lain 
Pentingnya luas produksi untuk masing-masing perusahaan berbeda-beda:
  1. Bagi perusahaan yang memproduksi barang-barang yang bermacam-macam jenisnya.  Hal ini disebabkan karena sifat alat-alat produksi / mesin-mesin yang dimilikinya) harus diselenggarakan perencanaan yang teliti terhadap penentuan luas produksi. Tiap jenis barang yang dihasilkan akan mendatangkan keuntungan yang berbeda-beda besarnya. Oleh karena itu harus dianalisa, diteliti secermat- cermatnya, sampai seberapa besar jumlah yang harus diproduksi untuk masing-masing jenis barang tersebut agar tercapai keuntungan yang maksimal. 
  2. Bagi perusahaan yang karena alat-alat produksinya (mesin- mesin digunakan). Mengakibatkan barang-barang yang diproduksi itu tertentu / telah pasti dan tidak mudah untuk diubah-ubah dalam jangka pendek, maka bagi perusahaan ini menentukan apa dan berapa yang harus diproduksi tidak atau kurang penting dibandingkan dengan perusahaan jenis pertama di atas.  
  3. Perusahaan yang memproduksikan barang-barang untuk keperluan pasar.  Penentuan luas produksi dalam perusahaan ini sangat penting, sebab dalam hal ini perusahaan harus mengadakan ramalan- ramalan untuk masa-masa yang akan datang terhadap jumlah serta jenis barang  yang diminta oleh para pembeli potensial, kemudian menyesuaikan jumlah dan jenis yang diramalkan tersebut dengan kemampuan yang ada pada perusahaan untuk memproduksinya. Untuk keperluan ini perusahaan perlu metode analisa yang baik  
  4. Perusahaan yang memproduksikan barang-barang untuk keperluan langganan (pesanan). Tidaklah begitu sulit untuk merencanakan penentuan luas produksinya. Apa dan berapa yang harus diproduksi tergantung pada apa dan berapa yang dipesan oleh para langganan. Perusahaan cukup menyesuaikannya dengan kemampuan yang ada padanya. 
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar