Dampak Pemberian Makanan Pendamping ASI Terlalu Dini

Dampak pemberian makanan pendamping ASI terlalu dini kepada bayi dapat berakibat buruk. Menurut Pudjiadi (2000), bayi belum siap untuk menerima makanan semi padat kira-kira berumur 6 bulan, dan makanan itu belum dirasakan perlu sepanjang bayi tersebut mendapatkan ASI yang cukup. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya berbagai penyakit seperti gangguan menyusui, beban ginjal yang terlalu berat dan mungkin gangguan terhadap selera makan.
Dampak Resiko Jangka Pendek
Resiko jangka pendek jika bayi mendapat MP-ASI terlalu dini yaitu sebagai berikut:
  1. Gangguan Menyusui. Pengenalan makanan selain ASI secara dini akan menurunkan frekuensi dan intensitas pengisapan bayi, sehingga resiko untuk terjadinua pennurunan ASI semakin besar. 
  2. Penurunan absorbsi besi dari ASI. Pengenalan serealia dan sayuran-sayuran tertentu dapat mempengaruhi penyerapan zat besi dari ASI, walaupun konsentrasi zat besi rendah, tetapi lebih mudah. 
  3. Penyakit Diare. Resiko jangka pendek pada bayi yang mendapat makanan pendamping ASI terlalu dini adalah penyakit diare
Resiko Jangka Panjang
Menurut Syarief (1993) yang dikutip oleh Simanjuntak, E, (2009), beberapa resiko jangka panjang dalam pemberian MP-ASI sejak dini adalah:
  1. Obesitas. Pemberian makanan pada bayi sejak usia dini dapat mengakibatkan kegemukan pada bayi. Bayi yang mendapat ASI tampaknya dapat mengatur masukan konsumsi sehingga konsumsi mereka dapat disesuaikan dengan kebutuhannya. 
  2. Beban ginjal yang berlebihan dan hiperosmolaris. Makanan padat, banyak mengandung kadar Natrium Khlorida (NaCl) tinggi yang akan menambah beban ginjal. Beban tersebut masih ditambah oleh makanan pendamping lainnya yang mengandung daging. 
  3. Arteriosklerosis. Peranan faktor diit dalam patogenesis dan penyakit jantung ischemic tidak dipungkiri lagi. Faktor nutrisi yang terlibat disini antara lain: diit yang mengandung tinggi energi atau kalori dan kaya akan kolestrol serta lemak- lemak jenuh, sebaliknya kandungan lemak tak jenuh yang rendah. 
  4. Alergi terhadap makanan. Belum matangnya sistem kekebalan usus pada umur yang dini, dapat menyebabkan banyak terjadinya alergi terhadap makanan pada masa kanak- kanak. ASI kadang-kadang dapat menularkan penyebab-penyebab alergi dalam jumlah yang cukup banyak untuk menyebabkan gejala-gejala klinis, tetapi pemberian makanan pendamping yang dini menambah terjadinya alergi terhadap makana.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar