Bentuk-bentuk Partisipasi Politik

Terdapat bentuk-bentuk partisipasi politik. Huntington dan Nelson (1990) membagi bentuk-bentuk partisipasi politik seperti di bawah ini:
  1. Kegiatan Pemilihan – yaitu kegiatan pemberian suara dalam pemilihan umum, mencari dana partai, menjadi tim sukses, mencari dukungan bagi calon legislatif atau eksekutif, atau tindakan lain yang berusaha mempengaruhi hasil pemilu 
  2. Lobby – yaitu upaya perorangan atau kelompok menghubungi pimpinan politik dengan maksud mempengaruhi keputusan mereka tentang suatu isu 
  3. Kegiatan Organisasi – yaitu partisipasi individu ke dalam organisasi, baik selaku anggota maupun pemimpinnya, guna mempengaruhi pengambilan keputusan oleh pemerintah 
  4. Contacting – yaitu upaya individu atau kelompok dalam membangun jaringan dengan pejabat-pejabat pemerintah guna mempengaruhi keputusan mereka 
  5. Tindakan Kekerasan (violence) – yaitu tindakan individu atau kelompok guna mempengaruhi keputusan pemerintah dengan cara menciptakan kerugian fisik manusia atau harta benda, termasuk di sini adalah huru-hara, teror, kudeta, pembutuhan politik (assassination), revolusi dan pemberontakan.
Klasifikasi bentuk partisipasi politik Huntington dan Nelson relative lengkap. Hampir setiap fenomena bentuk partisipasi politik kontemporer dapat dimasukkan ke dalam klasifikasi mereka. Namun, Huntington dan Nelson tidak memasukkan bentuk-bentuk partisipasi politik seperti kegiatan diskusi politik, menikmati berita politik, atau lainnya yang berlangsung di dalam skala subyektif individu.
Partisipasi politik yang berlangsung dalam skala subjektif individu terlihat dalam aktifitas-aktifitas politiknya antara lain, menduduki jabatan politik, menjadi anggota aktif/pasif dalam sebuah partai politik, menjadi partisan dalam rapat umum ataupun demonstrasi, mengikuti diskusi politik informal, serta menjadi partisipan dalam pemungutan suara (Rush, 2005)
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar