Bentuk-bentuk Emosi

Terdiri dari beberapa bentuk-bentuk emosi pada manusia. Emosi merupakan warna afektif  yang menyertai setiap keadaan atau perilaku individu.  Warna afektif adalah perasaan-perasaan tertentu yang dialami pada saat menghadapi suatu situasi tertentu. Misalnya yaitu gembira, bahagia, putus asa, terkejut atau benci. 
Goleman (2009) menggolongkan bentuk emosi sebagai berikut: 
  1. Amarah: beringas, mengamuk, benci, marah besar, jengkel, kesal hati, terganggu, tersinggung, bermusuhan, dan paling hebat adalah tindakan kekerasan dan kebencian patologis 
  2. Kesedihan: pedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, kesedihan, ditolak, dan depresi berat 
  3. Rasa takut: takut, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspara, tidak senang, ngeri, takut sekali, fobia dan panic 
  4. Kenikmatan: bahagia, gembira, puas, terhibur, bangga, takjub, terpesona, senang sekali dan manis 
  5. Cinta: persahabatan, penerimaan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, dan kasmaran 
  6. Terkejut: terpana dan takjub 
  7. Jengkel: hina, jijik, muak, benci 
  8. Malu: rasa bersalah, malu hati, kesal hati, sesal, hina, aib, dan hati hancur lebur.
Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada.
Menurut Mayer dalam Goleman (2009) orang cenderung menganut gaya- gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu: sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah.  Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar