Aspek-Aspek Penerimaan Orangtua

Terdiri dari beberapa aspek-aspek penerimaan orangtua. Orang tua yang menerima anaknya akan menempatkan anaknya pada posisi penting dalam keluarga dan mengembangkan hubungan emosional yang hangat dengan anak.
Aspek-aspek penerimaan orang tua terhadap anak (Hurlock, 1995) sebagai berikut:
  1. Terlibat dengan anak: Sikap menerima ditunjukkan dengan keterlibatan secara aktif dari orang yang menerima terhadap aktifitas-aktifitas yangg dapat memberikan kebahagiaan bagiorang yang menerimanya. 
  2. Memperhatikan rencana dan cita-cita anak: turut serta memikirkan hal yang dapat mengembangkan dan membuat anak semakin maju serta menjadi lebih baik. 
  3. Menunjukan kasih sayang yaitu adanya upaya untuk bisa memenuhi kebutuhan baik fisik maupun psikis. 
  4. Berdialog secara baik dengan anak: bertutur kata dengan baik dan bijak adalah cermin bahwa ia ingin menerima dan menghargai orang lain. 
  5. Menerima anak sebagai seorang individu (person): tidak ada satu individu yang sama untuk karena itu, harus menerima kekurangan dan kelebihan secara lapang dada sehingga tidak membandingkan satu anak dengan anak lain. 
  6. Memberikan bimbingan dan semangat motivasi: memberikan bimbingan dan semangat motivasi untuk maju dan lebih baik tidk cukup dari dalam diri, dibutuhkan motivasi eksternal untuk memompa motivasi orang yang bisa menerima orang lain secara ikhlas akan dapat memotivasi, membimbing dan memberi semangat sebab kemajuan orang yang di bimbing adalah bagian dari kebahagiaannya. 
  7. Memberi teladan: Memberikan contoh perilaku-perilaku yang baik pada anak. 
  8. Tidak menuntut berlebihan : dapat menerima keadaan anak dan tidak memaksakan keinginannya agar anak menjadi seperti keinginan orangtua.
Sedangkan sikap tidak menerima/sikap menolak pada beberapa perilaku (Hurlock, 1995) yaitu:
  1. Tidak memperhatikan anak 
  2. Mengabaikan anak dan tidak banyak memiliki waktu untuk anak 
  3. Menghukum secara verbal dan non verbal 
  4. Tidak berbicara secara baik dengan anak 
  5. Tidak menghendaki kehadirannya 
  6. Gagal dalam memberikan dukungan 
  7. Banyak memberikan pengawasan 
  8. Mengabaikan kebutuhan anak 
  9. Membanding-bandingkan dengan anak lain.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar