Teknik Komunikasi Terapeutik

Terdapat beberapa teknik komunikasi terapeutik. Teknik-teknik komunikasi terapeutik ini biasanya tergantung pada terapis ataupun klien itu sendiri. Tiap klien tidak sama oleh karena itu diperlukan penerapan teknik berkomunikasi yang berbeda pula.
Berikut ini adalah beberapa teknik komunikasi terapeutik (Tamsuri, 2006):
  1. Diam yaitu tenang tidak melakukan pembicaraan selama beberapa detik atau menit 
  2. Mendengar adalah proses aktif penerimaan informasi dan penelaah reaksi seseorang terhadap pesan yang diterima 
  3. Menghadirkan topik pembicaraan yang umum dengan menggunakan pernyataan atau pertanyaan yang mendorong klien untuk berbicara, memilih topik pembicaraan dan memfasilitasi kelanjutan pembicaraan 
  4. Menggunakan pertanyaan terbuka, yaitu menanyakan sesuatu yang bersifat luas yang memberi klien kesempatan untuk mengeksplorasi (mengungkapkan, klarifikasi, menggambarkan, membandingkan, atau mengilustrasikan) 
  5. Pertanyaan yang disampaikan harus spesifik 
  6. Sentuhan adalah melakukan kontak fisik untuk meningkatkan kepedulian yang tentu saja dalam hal ini disesuaikan dengan etika yang berlaku 
  7. Mengecek persepsi atau memvalidasi adalah metode yang sama dengan klarifikasi, tetapi pengecekan dilakukan terhadap kata-kata khusus yang disampaikan klien 
  8. Menawarkan diri, yaitu menawarkan kehadiran, perhatian, dan pemahaman tentang sesuatu 
  9. Memberi informasi adalah memberi informasi faktual secara spesifik tentang klien walaupun tidak diminta. Apabila tidak mengetahui informasi yang dimaksud, perawat menyatakan ketidaktahuannya dan menanyakan orang yang dapat dihubungi untuk mendapatkan informasi 
  10. Menyatakan kembali dan menyimpulkan adalah secara aktif mendengarkan pesan utama yang disampaikan klien dan kemudian menyampaikan kembali pikiran dan perasaan itu dengan menggunakan kalimat serupa 
  11. Mengklarifikasi, berupa metode membuat inti seluruh pesan dari pernyataan klien lebih dimengerti. Klarifikasi dapat dilakukan dengan menyatakan kembali pesan dasar atau meminta klien menyatakan kembali pesan yang disampaikan 
  12. Refleksi, yaitu mengembalikan ide, perasaan, pertanyaan kepada klien untuk memungkinkan eksplorasi ide dan perasaan mereka terhadap situasi 
  13. Menyimpulkan dan merencanakan adalah menyatakan poin utama dalam diskusi untuk mengklarifikasi hal-hal relevan yang perlu didiskusikan. Teknik ini berguna pada akhir wawancara atau mengevaluasi penguasaan klien terhadap program pengajaran kesehatan. Teknik ini sering digunakan pada pendahuluan untuk menentukan rencana tindakan selanjutnya 
  14. Menyatakan realitas adalah membantu klien membedakan antara yang nyata dan yang tidak nyata 
  15. Pengakuan adalah memberi komentar dengan teknik tidak menghakimi terhadap perubahan perilaku seseorang atau usaha yang telah dilakukan 
  16. Klarifikasi waktu adalah membantu klien mengklarifikasi waktu atau kejadian, situasi, kejadian dan hubungan antara peristiwa dan waktu 
  17. Memfokuskan, yaitu membantu klien mengembangkan topik yang penting. Penting bagi petugas kesehatan untuk menunggu klien beberapa saat tentang tema apa yang mereka sampaikan sebelum memfokuskan pembicaraan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar