Strategi Pembelajaran Konvensional

Strategi pembelajaran konvensional merupakan pembelajaran yang paling lama sudah dilakukan di sekolah-sekolah baik di Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah. Hal ini disebabkan karena pendekatan ini merupakan sebuah pendekatanyang sangat mudah dilakukan oleh guru. Pada hakekatnya ceramah adalah suatu metode pembelajaran dimana guru berada di depan kelas, memimpin, menentukan dan jalannya pelajaran serta mentransfer segala rencana yang akan diberikan pada siswa. Sedangkan pengertian pendekatan pembelajaran konvensional menurut Sudirman, dkk (1992) adalah cara penyajian pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa. Surakhmad (1994) juga mengungkapkan bahwa pendekatan pembelajaran konvensional ialah bentuk interaksi seseorang terhadap sekelompok pendengar.
Dalam pengajaran matematika konvensional ini menurut Silver dan Smith (1996) tugas dan peran guru secara esensial hanya memindahkan atau menyalurkan pengetahuan dan memvalidasi jawaban siswa, sedangkan siswa diharapkan untuk belajar sendiri dalam keadaan kelas yang tenang dan sunyi.
Merujuk kepada definisi strategi pembelajaran yang dirumuskan Ruseffendi yang telah dibicarakan di bagian awal serta gambaran dari kedua alinea di atas, maka seperangkat kebijaksanaan terpilih dalam strategi pembelajaran konvensional ini adalah pemilih dan penyaji materi dilakukan oleh guru atau peneliti, cara materi disajikan secara ekpositori, dan penerima materi adalah siswa secara klasikal. 
Secara lengkapnya, strategi pembelajaran konvensional ini diatur sebagai berikut:
  1. Guru memberikan informasi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Kemudian menjelaskan konsep dari materi pokok pembelajaran. 
  2. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mencatat materi yang telah diterangkan dan bertanya hal-hal yang dirasakan belum jelas. Kemudian memeriksa apakah siswa sudah mengerti atau belum dengan cara memberikan pertanyaan lanjutan. 
  3. Guru memberi contoh aplikasi konsep dan latihan soal-soal. 
  4. Guru meminta siswa untuk mengerjakan latihan secara individual atau mempersilahkan siswa untuk bekerja sama dengan teman sebangku. 
  5. Guru meminta satu siswa atau lebih untuk menuliskan jawaban dari latihan yang diberikan di papan tulis. 
  6. Guru memberikan sejumlah soal untuk pekerjaan rumah.
Dari beberapa pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa yang disebut pendekatan strategi pembelajaran konvensional adalah suatu metode penyajian pelajaran yang dilakukan oleh guru dengan penuturan atau penjelasan lisan secara langsung terhadap siswa guna mentransfer segala ilmu pengetahuan yang dimilikinya.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar