Standar Pelayanan Antenatal

Terdapat standar pelayanan antenatal yang harus dipenuhi oleh layanan kesehatan. Unsur penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi adalah memberikan pelayanan dan pemeliharaan kesehatan sewaktu hamil secara memadai dan sesuai standar pelayanan kebidanan. Pelayanan antenatal sesuai standar meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik (umum dan kebidanan), pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi (Depkes RI, 2009).
Secara operasionalnya Depkes RI (2009) menentukan pelayanan antenatal dengan standar pelayanan, antara lain:
  1. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan 
  2. Ukur tekanan darah 
  3. Nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas) 
  4. Ukur tinggi fundus uteri 
  5. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin (DJJ) 
  6. Pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT) 
  7. Pemberian tablet Fe minimal 90 tablet selama kehamilan 
  8. Test laboratorium (rutin dan khusus) 
  9. Tatalaksana kasus 
  10. Temu wicara (konseling), termasuk perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi serta KB pasca persalinan.
Menurut Sulistyawati (2009), standar pelayanan antenatal dikenal dengan standar 7T, antara lain: 
  1. Timbang berat badan 
  2. Ukur tekanan darah 
  3. Ukur tinggi fundus uteri 
  4. Pemberian imunisasi TT lengkap 
  5. Pemberian tablet besi (Fe) minimal 90 tablet selama kehamilan dengan dosis satu tablet setiap harinya 
  6. Lakukan tes penyakit menular seksual (PMS) 
  7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar