Kriteria Efektivitas Organisasi

Kriteria efektivitas organisasi terdiri dari beberapa item. Efektivitas erat kaitannya dengan sebuah organisasi. Organisasi dalam mencapai tujuannya berdasarkan pada langkah-langkah atau program yang telah ditentukan. Program tersebut dapat dikatakan berhasil apabila telah sesuai dengan visi dan misi dari organisasi. Antara penyusunan program kepada pancapaian visi dan misi dapat dikatakan efektif, apabila telah sesuai dengan kriteria dari efektivitas.
Adapun kriteria efektivitas organisasi ditentukan oleh lima unsur yang dikemukakan oleh Gibson, yaitu:
  1. Hasil produksi, hasil produksi sebagai kriteria efektivitas mengacu pada ukuran keluar utama organisasi. Ukuran produksi mencakup keuntungan, penjualan, pasar, dokumen yang diproses, rekanan yang dilayani, dan sebagainya. Ukuran ini berhubungan secara langsung dengan yang dikonsumsi oleh pelanggan dan rekanan organisasi yang bersangkutan. 
  2. Efesiensi, efesiensi sebagai kriteria efektifitas mengacu pada ukuran penggunaan sumber daya yang langkaholeh organisasi. Efisiensi adalah perbandingan anatara keluaran dan masukan. Ukuran efisiensi terdiri dari keuntungan dan modal, biaya per unit, pemborosan, waktu terluang, dan sebagainya. Efisiensi di ukur berdasarkan rasio anatara keuntungan dengan biaya atau waktu yang digunakan. 
  3. Kepuasan, kepuasan sebagai kriteria efektivitas mengacu pada keberhasilan organisasi dalam memenuhi kebutuhan karyawan atau anggotanya. Ukuran kepuasan meliputi sikap karyawan, penggantian karyawan, penggantian karyawan, absensi, kelambanan, keluhan, kesejahteraan dan sebagainya. 
  4. Penyesuaian, penyesuaian sebagai kriteria efektivitas mengacu kepada tanggapan organisasi terhadap perubahan eksternal dan internal. Perubahan-perubahan eksternal seperti persaingan, keinginan pelanggan, kualitas produk, dan sebagainya merupakan adaptasi terhadap lingkungan. 
  5. Kelangsungan, kelangsungan sebagai kriteria efektivitas yang mengacu kepada tanggung jawab organisasi dalam memperbesar kapasitas dan potensinya utuk berkembang. Dalam praktik, para manajer menggunakan indikator jangka pendek untuk keberlangsungan jangka panjang (dalam Pabundu, 2006).
Lima unsur kriteria efektivitas yang dikemukakan oleh Gibson dalam proses dapat saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Jadi, sebuah organisasi dalam menjalankan kegiatannyadapat dikatakan efektif apabila anatara keluaran dan masukan seimbang setelah diukur berdasarkan rasio antara keuntungan dengan biaya atau waktu yang digunakan. Setelah kelurana dan masukan dapat dikatakan seimbang, organisasi harus memperhatikan atau memenuhi kebutuhan karyawan supaya tidak terjadi sikap-sikap penyelewengan. Organisasi harus selalu tanggap terhadap perubahan eksternal dan internal atau selalu dapat menyesuaikan dengan keadaan, karena hal tersebut dapat mempengaruhi kelangsungan hidup organisasi.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar