Karakteristik Sekolah Unggulan

Terdapat ciri-ciri atau karakteristik sekolah unggulan yang berbeda dengan sekolah lainnya. Sekolah unggulan sebagai bentuk penyajian sistem pendidikan yang sangat khusus dan memiliki tujuan tertentu berbeda dengan bentuk-bentuk sekolah lainnya. Sekolah unggul memiliki karakteristik tertentu yang membuatnya unggul dan membedakan dengan sekolah lain yang tidak unggul.
Berdasarkan hasil penelitian tentang sekolah yang unggul yang di lakukan oleh Effective School Consortia Network (Moedjiarto, 2001).
Di samping prestasi akademik yang dimiliki juga memiliki karakteristik antara lain:
  1. Iklim sekolah yang tidak positif 
  2. Ada proses perencanaan 
  3. Tujuan akademik 
  4. Kurikulum yang jelas 
  5. Pemantauan terhadap kemajuan siswa 
  6. Keefektifan guru 
  7. Kepemimpinan administrative 
  8. Pelibatan orang tua dan siswa 
  9. Kesempatan 
  10. Tanggung jawab, dan partisipasi siswa 
  11. Anjaran dan insentif 
  12. Tata trtib dan disiplin.
Hasil penelitian Lizzote (dalam Moedjiarto, 2001) menemukan beberapa karakteristik sekolah unggul, yaitu:
  1. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib 
  2. Iklim serta harapan yang tinggi 
  3. Kepemimpinan yang instruksional yang logis 
  4. Misi yang jels dan terfokus 
  5. Kesempatan belajr dan mengerjakan tugas bagi siswa 
  6. Pementauan yang sering dilakukan terhadap kemajuan siswa dan hubungan antara rumah dan sekolah yang paling mendukung.
Di samping karakteristik yang membedakan sekolah unggul dengan sekolah biasa adalah dimensi-dimensi keunggulan yang dimiliki oleh suatu sekolah sehingga di sebut sekolah unggulan yaitu (Moko, 1997):
Dimensi peserta didik dan siswa
Peserta didik harus melalui seleksi ketat dengan kriteria tertentu untuk bisa menjadi peserta didik sekolah unggul dalam konsep Depdikbud (1993). Kriteria itu antara lain prestasi belajar yang superior dengan indikator nilai rapor, NEM dan hasil tes prestasi akademik, skor psikotes yang meliputi intelegensi dan kreatifitas serta tes fisik.
Dimensi sarana prasarana
Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai sehingga memungkinkan terpenuhinya kebutuhan belajar didik guna menyalurkan bakat, minat dan kemampuan baik dalam kegiatan kurikuler maupun ekstra kulikuler.
Dimensi lingkungan belajar
Lingkungan belajar yang kondusif untuk mengembangkan potensi keunggulan menjadi keunggulan nyata, baik lingkungan dalam arti fisik maupun psikis.
Tenaga pengajar
Tenaga pengajar harus terpilih memiliki keunggulan di atas rata-rata tenaga pengajar masal kovensional, keunggulan tenaga pengajar meliputi: penguasaan materi pengajaran, penguasaan metode pengajaran dan komitmen melaksanakan tugas.
Dimensi kurikulum
Meskipun tetap mengacu pada kurikulum nasional tetapi kurikulum yang ada di kembangkan sedemikian rupa di perkaya secara maksimal sesuai kebutuhan dan kecepatan serta motivasi dari peserta didik. Jadi perlu adanya pengayaan dan percepatan kurikulum.
Dimensi rentang waktu belajar
Waktu belajar di sekolah unggul lebih lama di bandingkan sekolah masal konvensional. Kegiatan ekstrakulikulum di organisasikan sedemikian rupa dengan dukungan prasarana yang memadai. Nilai sekolah unggul terletak pada perlakuan tambahan belajar di luar kurikulum nasional, melalui pengembangan materi kurikulum, pengayaan, perluasan, remedial, pelayanan bimbingan, dan pembinaan kreativitas.
Dimensi pembinaan kemampuan kepemimpinan
Pembinaan kemampuan kepemiminan di sekolah unggul menyatu dalam keluruhan sistem pembinaan peserta didik melalui praktek langsung di lapangan bukan sekedar sebagian materi pengajaran. Jadi dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sebuah sekolah dapat dikatakan unggul apabila memiliki karakteristik dan dimensi keunggulan dalam hal masukan (input) yang berprestasi, iklim sekolah yang positif yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan dirinya semaksimal mungkin, kurikulum yang dikembangkan sedemikian rupa untuk mencapai keunggulan, sarana dan prasarana yang memadai, adanya pemantauan terhdap kemajuan siswa, tenaga pengajar dan kepala sekolah yang efektif, memiliki sarana dan prasarana yang memdai dan mengusulkan kurikulum yang sudah dikembangkan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar