Fungsi Komunikasi Massa

Fungsi komunikasi massa yang dikemukan oleh Harold D Lasswell yakni, Fungsi Pengawasan, Fungsi Korelasi , dan fungsi Pewarisan Sosial. Sama seperti pendapat Lasswell, Charles Robert Wright (1998) menambah fungsi hiburan dalam fungsi komunikasi massa (Nurudin, 2004).
Sedangkan fungsi komunikasi massa Dominick, dalam bukunya The Dinamics of Mass Communications adalah sebagi berikut (Ardianto, 2004):
Surveillance (Pengawasan)
Fungsi pengawasan komunikasi massa dibagi dalam bentuk utama:
  1. Pengawasan Peringatan yaitu jenis pengawasan yang dilakukan oleh media untuk menyampaikan informasi berupa ancaman yang perlu diketahui oleh khlayak. 
  2. Fungsi Pengawasan Instrumental adalah penyampaian atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayk dalam kehidupan sehari hari.
Interpretation (Penafsiran)
Media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga member penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting. Tujuan penafsiran media ingin mengajak para pembaca atau pemirsa untuk memperluas wawasan dan menbahasnya lebih lanjut.
Linkage (Pertalian)
Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat dengan beragam, sehingga membentuk linkage (pertalian) berdasarkan kepentingan yang sama tetapi terpisah secara geografis diperhatikan atau dihubungkan oleh media.
Transmission of Value (Penyebaran nilai-nilai)
Fungsi ini disebut socialization (sosialisasi). Sosialisasi mengacu kepada cara, dimana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Media massa mewakili gambaran masyarakat itu ditonton, didengar dan dibaca. Media massa memperlihatkan kepada kita bagaimana mereka bertindak dan pa yang diharapkan mereka dengan perkataan lain, media mewakili kita dengan model peran yang kita amati dan harapan untuk menirunya.
Entertainment (Hiburan)
Sulit dibantah lagi, bahwa kenyataanya hampir semua media menjalankan fungsi hiburan. Televisi banyak memutar acara hiburan seperti acara kuis, reality show, sinetron.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar