Analisis Lingkungan Eksternal

Selain analisis lingungan internal, analisis lingkungan eskternal juga perlu di bahas lebih jauh. Istilah lingkungan bisnis memiliki yang luas karena menunjukkan seluruh pengaruh eksternal terhadap organisasi (Kuncoro, 2006). Lingkungan eksternal yang dihadapi oleh perusahaan sifatnya tidak dapat diprediksi dengan tetap dan cepat sekali mengalami perubahan. Ada banyak faktor eksternal yang mempengaruhi pilihan arah dan tindakan suatu perusahaan dan pada akhirnya struktur organisasi serta proses internalnya.
Menurut Jauch dan Gluech (1999), analisis lingkungan eksternal adalah suatu proses yang digunakan perencana dalam menentukan peluang ancaman terhadap perusahaan. Pearce dan Robinson, Jr (1997) membagi lingkungan eksternal menjadi:
Lingkungan Jauh yang terdiri dari faktor-faktor yang pada dasarnya diluar dan terlepas dari perusahaan.
Lingkungan jauh ini memberikan kesempatan besar bagi perusahaan untuk maju, sekaligus dapat menjadi hambatan dan ancaman untuk maju. Lingkungan jauh ini terdiri dari beberapa faktor yakni:
  1. Ekonomi. Kondisi ekonomi suatu daerah atau negara dapat mempengaruhi iklim berbisnis suatu perusahaan. Semakin buruk kondisi ekonomi, semakin buruk pula iklim berbisnis. Oleh karena itu, pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat hendaknya bersama-sama mempertahankan bahkan meningkatkan kondisi ekonomi daerahnya menjadi lebih baik lagi agar perusahaan dapat bergerak maju dalam usahanya. Beberapa faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam menganalisis kondisi ekonomi suatu daerah atau Negara adalah siklus bisnis, ketersediaan energi, inflasi, suku bunga, investasi, harga-harga produk dan jasa, pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita. 
  2. Sosial dan Budaya. Kondisi sosial masyarakat memang berubah-ubah. Hendaknya perubahan-perubahan sosial yang terjadi yang mempengaruhi perusahaan dapat diantisipasi oleh perusahaan. Kondisi sosial ini misalnya sikap, gaya hidup, adat istiadat, dan kebiasaan orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan. 
  3. Teknologi. Kemajuan teknologi yang pesat tidak hanya mencakup penemuan-penemuan baru, tetapi juga meliputi cara-cara pelaksanaan atau metode-metode baru dalam mengerjakan suatu pekerjaan, artinya bahwa ia memberikan suatu gambaran yang luas, meliputi mendesain, menghasilkan, dan mendistribusikan. Setiap kegiatan usaha yang diinginkan untuk berjalan terus menerus harus selalu mengikuti perkembangan-perkembangan teknologi yang dapat diterapkan pada produk atau jasa yang dihasilkan atau cara operasinya. 
  4. Pemerintah. Arah, kebijakan dan stabilitas politik pemerintah menjadi faktor penting bagi para pengusaha. Kebijakan yang diputuskan diharapkan dapat member dampak positif bagi dunia usaha. Beberapa hal utama yang perlu diperhatikan dari faktor pemerintah adalah Undang-Undang dan peraturan yang diterbitkan oleh pemerintah.
Lingkungan Industri
Lingkungan ini lebih mengarah pada aspek persaingan dimana bisnis perusahaan berada. Lingkungan industry ini meliputi beberapa faktor yakni:
  1. Pendatang baru. Pendatang baru pada suatu industry membawa kapasitas baru, keinginan untuk merebut bagian pasar, serta seringkali juga sumberdaya yang besar. Akibatnya harga dapat menjadi turun atau biaya membengkak sehingga mengurangi kemampulabaan. Ancaman masuknya pendatang baru dalam industri tergantung pada rintangan masuk yang ada, digabung dengan reaksi dari para pesaing yang sudah ada yang dapat diperkirakan oleh si pendatang baru. Jika rintangan atau hambatan ini besar dan atau pendatang baru memperkirakan akan ada perlawanan yang keras dari perusahaan-perusahaan yang sudah ada, maka ancaman masuknya pendatang baru akan rendah. 
  2. Persaingan yang semakin ketat dengan perusahaan sejenis. Rivalitas (rivalry) diantara pesaing yang ada berbentuk perlombaan untuk mendapatkan posisi, antara lain dengan menggunakan taktik-taktik seperti persaingan harga, perang iklan, introduksi produk, dan meningkatkan jaminan atau pelayanan kepada pelanggan. Persaingan ini terjadi karena satu atau lebih pesaing merasakan adanya tekanan atau melihat peluang untuk memperbaiki posisi. Pada kebanyakan industri, gerakan persaingan oleh suatu perusahaan mempunyai pengaruh besar terhadap para pesaingnya, dengan demikian akan mendorong perlawanan atau usaha untuk gerakan tersebut. Hal ini berarti perusahaan-perusahaan tersebut saling tergantung satu sama lain (mutually dependent). 
  3. Ketersediaan Substitusi. Setiap perusahaan yang ada dalam suatu industri bersaing (dalam arti yang luas) dengan industriindustri yang menghasilkan produk pengganti. Produk pengganti membatasi laba potensial dari industri dengan menetapkan harga pagu (ceiling price) yang dapat diberikan perusahaan dalam industri. Makin menarik alternatif harga yang ditawarkan oleh produk pengganti, makin berat pembatasan laba industri. Mengenali produk-produk substitusi adalah persoalan mencari produk lain yang dapat menjalankan fungsi yang sama seperti produk yang ada dalam industri. Produk pengganti yang perlu mendapatkan perhatian besar adalah produk-produk yang mempunyai kecenderungan untuk memiliki harga yang atau prestasi yang lebih baik daripada produk industri, dan produk yang dihasilkan oleh industry berlaba tinggi. 
  4. Kekuatan konsumen. Para pembeli bersaing dengan industry dengan cara memaksa harga turun , tawar menawar untuk mutu yang lebih tinggi dan pelayanan yang lebih baik, serta berperan sebagai pesaing satu sama lain. Kekuatan dari tiaptiap kelompok pembeli yang penting dalam industry tergantung pada sejumlah karakteristik situasi pasar dan pada kepentingan relatif pembeliannya dari industri yang bersangkutan dibandingkan dengan keseluruhan bisnis pembeli tersebut.
Share on :


Related post:


2 komentar:

tour travel jakarta selatan mengatakan...

makasih infonya,mas..
neh besok bakal jadi makanan ane sehari2 di bidang kuliah fakultas akuntansi semester 3..

paket tour 2013 mengatakan...

nice post!

Poskan Komentar