Penyakit Asam Urat

Penyakit asam urat adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar asam urat di dalam darah, yang ditandai dengan gangguan linu-linu terutama di daerah persendian tulang dan tidak jarang timbul rasa amat nyeri bagi penderitanya. Rasa sakit tersebut diakibatkan adanya radang pada persendian. Radang sendi tersebut ternyata disebabkan oleh penumpukan kristal di aderah persendian akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah (Krisnatuti, 2004).
Apabila kadar asam urat dalam darah naik, berakibat terganggunya metabolisme tubuh. Penyakit asam urat adalah penyakit sendi yang berhubungan dengan metabolisme tubuh. Penyakit ini menyerang sendi tulang sehingga kelihatan membengkak, bewarna merah, panas, terasa nyeri pada kulit, sakit kepala dan penderitanya tidak punya nafsu makan (Nooryani, 2007).
Penyebab Asam Urat
Normalnya, asam urat sebagai hasil samping dari pemecahan sel terdapat dalam darah karena tubuh secara berkesinambungan memecah dan membentuk sel yang baru. Kadar asam urat meningkat atau abnormal ketika ginjal tidak sanggup mengeluarkannya melalui air kemih.
Peningkatan asam urat dalam darah disebut dengan hiperurisemia. Berdasarkan penyebabnya, hiperurisemia dibagi menjadi dua kelompok, yaitu primer dan sekunder. Hiperurisemia primer biasanya tidak diketahui penyebabnya, tetapi sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan. Sedangkan hiperurisemia sekunder disebabkan adanya komplikasi dengan penyakit lain seperti anemia hemolitik, kelainan ginjal, kegemukan dan sebagainya (Utami, 2003).
Kurang lebih 20-30% penderita asam urat atau gout terjadi akibat kelainan sintesa purin dalam jumlah besar yang menyebabkan kelebihan asam urat dalam darah. Asam urat merupakan hasil akhir dari metabolisme purin, baik purin yang berasal dari bahan pangan maupun dari hasil pemecahan purin asam nukleat tubuh. Dalam serum, urat terutama berada dalam bentuk natrium urat, sedangkan dalam saluran urin, urat dalam bentuk asam urat. Kadar asam urat normal untuk wanita berkisar 2,4 – 5,7 mg/dl dan untuk pria berkisar 3,4 – 7 mg/dl. Jika kadar asam urat dalam serum melebihi standar diatas maka disebut hiperurisemia.
Dan kurang lebih 75% penderita gout terjadi akibat kelebihan produksi asam urat, tetapi pengeluarannya tidak sempurna (Krisnatuti, 2004). Salah satu penyebab meningkatnya asam urat dalam darah adalah semakin tinggi asupan makanan yang mengandung purin. Akibatnya pembentuka purin dalam tubuh akan meningkat. Asupan purin yang berlebihan berasal dari sumber sebagai berikut : Makanan kaleng, seperti kornet dan sarden, makanan laut seperti udang, kerang dan kepiting, jeroan seperti hati, ginjal, limfa, babat, usus, paru dan otak, kacang-kacangan beserta olahannya, melinjo dan emping melinjo, minuman beralkohol, keju, susu, telur, buah-buahan seperti avokad, nenas dan air kelapa dan sayuran seperti daun bayam, daun singkong, kangkung, kembang kol dsb (Utami, 2003).
Tanda-tanda Asam Urat
Tanda-tanda khas dari penyakit gout adalah terjadinya serangan mendadak pada sendi, terutama sendi ibu jari kaki. Sendi menjadi cepat bengkak, panas dan kemerah-merahan. Pembengkakan yang khas terjadi di pinggiran sendi yang diserati nyeri, kemudian diikuti dengan meningkatnya suhu badan.
Dalam dunia kedokteran, penyakit asam urat memiliki tanda-tanda sebagai berikut:
  1. Dijumpai adanya hiperurisemia. 
  2. Terdapat kristal urat yang khas dalam cairan sendi. 
  3. Terdapat tofi yang dibuktikan dengan pemeriksaan kimiawi. 
  4. Telah terjadi lebih dari satu kali serangan arthritis akut. 
  5. Adanya serangan pada satu sendi, terutama sendi ibu jari. 
  6. Sendi terlihat kemerahan. 
  7. Pembengkakan asimetris pada satu sendi. 
  8. Tidak ditemukan bakteri pada saat serangan atau inflamasi
Pengobatan Asam Urat
Pengobatan hiperurisemia dibagi menjadi dua golongan. Golongan pertama yaitu inhibitor xantin oksidase yaitu alopurinol yang berfungsi untuk menghambat konversi hipoxantin menjadi xantin dan kemudian xantin enjadi asam urat. Golongan kedua yaitu golongan urikosurik yang berfungsi untuk menurunkan asam urat dalam serum, seperti probenezid, sulfinpirazon, azapropozan, dan benzbromaron (Krisnatuti,2004).
loading...
Share on :


Related post:


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Terima kasih kepada rekan-rekan Psychologymania
atas kemurahan hati memberi saya dan kwawan-kawan lainnya untuk dapat mengetahui pengetahuan kedokteran, sosial, budaya, ekonomi, dan topik-topik yang intelektual serta menarik. harapan saya, teruslah berbuat baik seperti ini, sebagai sarana mencerdaskan bangsa sekali lagi terima kasih.

Salam Kasih dan damai sejahterah

Rina Lamtiur

Poskan Komentar