Siklus Hidup Nyamuk

Siklus hidup nyamuk berupa siklus metamorphosis. Nyamuk mengalami metamorfosis sempurna (holometabola) dengan 4 tahap yaitu dari telur, larva (jentik), pupa hingga imago (dewasa). Selama bertelur, seekor nyamuk betina mampu meletakkan 100-400 butir telur. Biasanya telur tersebut diletakkan di bagian yang berdekatan dengan permukaan air dan tidak berhubungan langsung dengan tanah  (Kardinan, 2004).
Telur menetas menjadi larva (jentik) setelah tujuh hari. Di dalam air jentik menjadi sangat aktif, yakni membuat gerakan ke atas dan ke bawah jika air teguncang. Namun, jika sedang istirahat, jentik akan diam dan tubuhnya membentuk sudut terhadap permukaan air. Jentik akan mengalami empat kali proses pergantian kulit (instar).
Proses ini menghabiskan waktu 7-9 hari. Setelah itu, jentik berubah me njadi pupa. Bentuk pupa bengkok dan kepalanya besar. Pupa bernafas melalui rongga dada. Fase pupa membutuhkan waktu 2-5 hari. Selama fase ini, pupa tidak makan. Setelah melewati fase ini, pupa berubah menjadi nyamuk yang dapat terbang dan ke luar dari air. Nyamuk desawa jantan umumnya dapat bertahan hidup selama 6 sampai 7 hari, sedangkan yang betina dapat mencapai 2 minggu (Kardinan, 2004).
Nyamuk jantan hidup dari madu dan cairan tumbuh-tumbuhan, tetapi kebanyakan yang betina menghisap darah agar memperoleh zat makanan konsentrat yang diperlukan untuk pembentukan telur. Nyamuk dewasa mampu hidup beberapa minggu (dan banyak jenis nyamuk mampu melewati musim dingin), tetapi kebanyakan mati dalam beberapa hari (Levine, 1994)
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar