Pencegahan Hipertensi

Pencegahan hipertensi mesti dilakukan untuk mengurangi terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan. Pencegahan hipertensi dapat dilakukan sebelum, selama, ataupun sesudah terjadi insiden hipertensi.
Pencegahan Hipertensi secara Premordial
Pencegahan hipertensi secara premordial yaitu upaya pencegahan munculnya faktor predisposisi terhadap hipertensi dimana belum tampak adanya faktor yang menjadi risiko. Upaya ini dimaksudkan dengan memberikan kondisi pada masyarakat yang memungkinkan pencegahan terjadinya hipertensi mendapat dukungan dasar dari kebiasaan, gaya hidup dan faktor lainnya, misalnya menciptakan kondisi sehingga masyarakat merasa bahwa rokok itu suatu kebiasaan yang kurang baik dan masyarakat mampu bersikap positif terhadap bukan perokok, merubah pola konsumsi masyarakat yang sering mengonsumsi makanan cepat saji.
Pencegahan Hipertensi secara Primer
Pencegahan hipertensi secara primer dilakukan dengan pencegahan terhadap faktor risiko yang tampak pada individu atau masyarakat. Sasaran pada orang sehat yang berisiko tinggi dengan usaha peningkatan derajat kesehatan yakni meningkatkan peranan kesehatan perorangan dan masyarakat secara optimal dan menghindari faktor resiko timbulnya hipertensi.
Pencegahan primer penyebab hipertensi adalah sebagai berikut:
  1. Mengurangi/menghindari setiap perilaku yang memperbesar resiko, yaitu menurunkan berat badan bagi yang kelebihan berat badan dan kegemukan, menghindari meminum minuman beralkohol, mengurangi/membatasi asupan natrium/garam, berhenti merokok bagi perokok, mengurangi/menghindari makanan yang mengandung makanan yang berlemak dan kolesterol tingg. 
  2. Peningkatan ketahanan fisik dan perbaikan status gizi, yaitu melakukan olahraga secara teratur dan terkontrol seperti senam aerobik, jalan kaki, berlari, naik sepeda, berenang, dan lain-lain, diet rendah lemak dan memperbanyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran, mengendalikan stres dan emosi
Pencegahan Hipertensi secara Sekunder
Sasaran utama adalah pada mereka terkena penyakit hipertensi melalui diagnosis dini serta pengobatan yang tepat dengan tujuan mencegah proses penyakit lebih lanjut dan timbulnya komplikasi.
Pencegahan bagi mereka yang terancam dan menderita hipertensi adalah sebagai berikut:
Pemeriksaan berkala 
  1. Pemeriksaan/pengukuran tekanan darah secara berkala oleh dokter secara teratur merupakan cara untuk mengetahui apakah kita menderita hipertensi atau tidak.
  2. Mengendalikan tensi secara teratur agar tetap stabil dengan atau tanpa obat-obatan anti hipertensi.
Pengobatan/perawatan 
  1. Pengobatan yang segera sangat penting dilakukan sehingga penyakit hipertensi dapat segera dikendalikan. 
  2. Menjaga agar tidak terjadi komplikasi akibat hiperkolesterolemia, diabetes melitus dan lain-lain.
  3. Menurunkan tekanan darah ke tingkat yang wajar sehingga kualitas hidup penderita tidak menurun.
  4. Memulihkan kerusakan organ dengan obat antihipertensi, baik tungggal maupun majemuk.
  5. Memperkecil efek samping pengobatan.
  6. Menghindari faktor resiko penyebab hipertensi seperti yang disebutkan di atas.
  7.  Mengobati penyakit penyerta seperti diabetes melitus, kelainan pada ginjal, hipertiroid, dan sebagainya yang dapat memperberat kerusakan organ.
Pencegahan Hipertensi secara Tersier
Tujuan utama adalah mencegah proses penyakit lebih lanjut dan mencegah cacat/kelumpuhan dan kematian karena penyakit hipertensi.
Pencegahan tersier penyakit hipertensi adalah sebagai berikut:
  1. Menurunkan tekanan darah ke tingkat yang normal sehingga kualitas hidup penderita tidak menurun. 
  2. Mencegah memberatnya tekanan darah tinggi sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada jaringan organ otak yang mengakibatkan stroke dan kelumpuhan anggota badan. 
  3. Memulihkan kerusakan organ dengan obat antihipertensi.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar