Kelainan Eritrosit

Secara klinis, kelainan eritrosit dapat diamati dalam pemeriksaan laboratorium. Kelainan-kelainan eritrosit ini dapat dilihat dari kelainan bentuk eritrosit, kelainan warna eristrosit, dan kelainan ukuran erotrosit.
Kelainan Bentuk Eritrosit
Terdapat beberapa kelainan bentuk eritrosit. Kelainan bentuk eritrosit ini dapat berupa ovalosit, sperosit dan lain-lain.
Kelainan-kelainan bentuk eritrosit adalah sebagai berikut:
  1. Ovalosit --- Ovalosit adalah eritrosit yang berbentuk lonjong. 
  2. Sperosit --- Sperosit adalah eritrosit yang berbentuk lebih bulat, lebih kecil dan lebih tebal dari eritrosit normal. 
  3. Schitosit atau fragmentosit --- Sel ini merupakan pecahan eritrosit. 
  4. Sel target atau leptosit atau sel sasaran --- Eritrosit yang mempunyai masa kemerahan di bagian tengahnya, disebut juga sebagai sel sasaran. 
  5. Sel sabit atau sickle cell ---  Sel seperti ini didapatkan pada penyakit sel sabit yang homozigot (SS). Untuk mendapatkan eritrosit yang berbentuk sabit, eritrosit diinkubasi terlebih dahulu dalam keadaan anoksia dengan menggunakan zat reduktor (Na2S2O5 atau Na2S2O3). Hal ini terutama dilakukan pada penyakit sel sabit heterozigot. 
  6. Krenasi Sel seperti ini merupakan artefak, dapat dijumpai dalam sediaan apus darah tepi yang telah disimpan 1 malam pada suhu 200C atau eritrosit yang berasal dari “washed packed cell”. 
  7. Sel Burr Sel ini adalah eritrosit yang kecil atau fragmentosit yang mempunyai duri satu atau lebih pada permukaan eritrosit. 
  8. Akantosit --- Sel ini disebabkan oleh metabolisme fosfolipid dari membran eritrosit. Pada keadaan ini tepi eritrosit mempunyai tonjolan-tonjolan berupa duri. 
  9. Tear drop cells --- Eritrosit yang mempunyi bentuk seperti tetesan air mata. 
  10. Poiklositosis --- Poiklositosis adalah istilah yang menunjukkan bentuk eritrosit yang bermacam- macam dalam sediaan apus darah tepi. 
  11. Rouleaux atau auto aglutinasi --- Reuleaux tersusun dari 3-5 eritrosit yang membentuk barisan sedangkan auto aglutinasi adalah keadaan dimana eritrosit bergumpal (Arjatmo Tjokronegoro dan Hendra Utama, 1996)
Kelainan Warna Eritrosit 
  1. Hipokrom Eritrosit yang tampak pucat. Eritrosit hipokrom disebabkan kadar hemoglobin dalam eritrosit berkurang. 
  2. Polikrom Eritrosit polikrom adalah eritrosit yang lebih besar dan lebih biru dari eritrosit normal. Polikromasi suatu keadaan yang ditandai dengan banyak eritrosit polikrom pada preparat sediaan apus darah tepi, keadaan ini berkaitan dengan reti kulositosis (Arjatmo Tjokronegoro dan Hendra Utama, 1996)
Kelainan Ukuran Eritrosit
Eritrosit normal berukuran 6-8 um. Dalam sediaan apus, eritrosit normal berukuran sama dengan inti limposit kecil dengan area ditengah berwarna pucat. Kelainan morfologi eritrosit berupa kelainan ukuran (size), bentuk (shape), warna (staining characteristics) dan benda-benda inklusi.
Kelainan ukuran eritrosit:
  1. Mikrosit --- Sel ini dapat berasal dari fragmentasi eritrosit yang normal seperti pada anemia hemolitik, anemia megaloblastik dan dapat pula terjadi pada anemia defisiensi besi. 
  2. Makrosit --- Makrosit adalah eritrosit yang berukuran lebih dari 8 um. Sel ini didapatkan pada anemia megaloblastik. 
  3. Anisositosis --- Anisositosis tidak menunjukkan suatu kelainan hematologik yang spesifik. Keadaan ini ditandai dengan adanya eritrosit dengan ukuran yang tidak sama besar dalam sediaan apus darah tepi. Anisositosis jelas terlihat pada anemia mikrositik yang ada bersamaan dengan anemia makrositik seperti pada anemia gizi (Arjatmo Tjokronegoro dan Hendra Utama, 1996)
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar