Tingkat Kecemasan

Tingkat kecemasan berbeda-beda bagi setiap orang. Semakin besar tingkat kecemasan, semakin berat kecemasan yang dialami. Para ahli membagi tingkat kecemasan untuk mempermudah penanganan dan tindakan terapi yang akan dilakukan bagi klien yang mengalami perasaan cemas.
Stuart & Sundeen (1998) menggolongkan tingkat kecemasan sebagai berikut:
Kecemasan Ringan
Berhubungan dengan ketegangan dalam kehidupan sehari-hari. Pada tingkat ini lahan persepsi melebar dan individu akan berhati-hati serta waspada. Individu akan terdorong untuk belajar yang akan menghasilkan pertumbuhan dan kreatifitas. Kecemasan ringan diperlukan orang agar dapat mengatasi suatu kejadian.
Seseorang dengan kecemasan ringan dapat dijumpai berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
  1. Persepsi dan perhatian meningkat, waspada
  2. Mampu mengatasi situasi bermasalah
  3. Dapat mengatakan pengalaman masa lalu, saat ini dan masa mendatang, menggunakan belajar, dapat memvalidasi secara konsensual, merumuskan makna
  4. Ingin tahu, mengulang pertanyaan
  5. Kecenderungan untuk tidur
Kecemasan Sedang
Memungkinkan seseorang untuk memuaskan pada hal yang penting dan mengesampingkan yang lain sehinga seseorang mengalami perhatian yang selektif namun dapat melakukan sesuatu yang lebih terarah.
Orang dengan kecemasan sedang biasanya menunjukan keadaan seperti:
  1. Persepsi agak menyempit, secara selektif tidak perhatian tetapi dapat mengarahkan perhatian.
  2. Sedikit lebih sulit untuk konsentrasi, belajar menuntut upaya lebih.
  3. Memandang pengalaman ini dengan masa lalu.
  4. Dapat gagal untuk mengenali sesuatu apa yang terjadi pada situasi, akan mengalami beberapa kesulitan dalam beradaptasi dan menganalisa.
  5. Perubahan suara atau ketinggian suara.
  6. Peningkatan frekuensi pernafasan dari jantung.
  7. Tremor, gemetar
Kecemasan Berat
Kecemasan berat sangat mengurangi lahan persepsi. Individu cenderung memikirkan pada hal-hal yang kecil saja dan mengabaikan hal-hal yang lain. Individu tidak mampu berpikiran berat lagi dan membutuhkan banyak pengarahan.
Hal-hal dibawah ini sering dijumpai pada seseorang dengan kecemasan berat, yaitu:
  1. Persepsi sangat berkurang/berfokus pada hal-hal detail, tidak dapat berkonsentrasi lebih bahkan ketika diinstruksikan untuk melakukannya.
  2. Belajar sangat terganggu, sangat mudah mengalihkan perhatian, tidak mampu untuk memahami situasi saat ini.
  3. Memandang pengalaman saat ini dengan arti masa lalu, hampir tidak mampu untuk memahami situasi ini.
  4. Berfungsi secara buruk, komunikasi sulit dipahami.
  5. Hiperventilasi, takhikardi, sakit kepala, pusing, mual.
Tingkat panik
Pada tingkat ini persepsi terganggu individu, sangat kacau, hilang kontrol, tidak dapat berpikir secara sistematis dan tidak dapat melakukan apa-apa walaupun telah diberi pengarahan. Tingkat ini tidak sejalan dengan kehidupan, dan jika berlangsung terus dalam waktu yang lama, dapat terjadi kelelahan yang sangat bahkan kematian.
Seseorang dengan panik akan dapat dijumpai adanya:
  1. Persepsi yang menyimpang, fokus pada hal yang tidak jelas.
  2. Belajar tidak dapat terjadi.
  3. Tidak mampu untuk mengikuti, dapat berfokus hanya pada hal saat ini, tidak mampu melihat atau memahami situasi, hilang kemampuan mengingat.
  4. Tidak mampu berpikir, biasanya aktifitas motorik meningkat atau respon yang tidak dapat diperkirakan bahkan pada stimuli minor, komunikasi yang tidak dapat dipahami.
  5. Muntah, perasaan mau pingsan.
PENILAIAN TINGKAT KECEMASAN
Menurut Maramis M.E (1990) ada tes-tes kecemasan dengan pertanyaan langsung, mendengarkan cerita penderita serta mengobservasinya terutama perilaku nonverbalnya. Ini sangat berguna dalam menentukan adanya kecemasan dan untuk menetapkan tingkatnya. Adapun salah satu cara penilaian tingkat kecemasan adalah menggunakan skala tingkat kecemasan Hamilton (Hawari, 2001) yang terdiri atas 14 item dengan perincian sebagai berikut:
1. Perasaan Cemas
Perasaan cemas, ditandai dengan:
  • Cemas (was-was, khawatir)
  • Firasat buruk
  • Takut akan pikiran sendiri
  • Mudah tersinggung2
2. Adanya Ketegangan
Adanya ketegangan ditandai oleh:
  • Merasa tegang
  • Lesu
  • Tidak dapat istirahat tenang
  • Mudah terkejut
  • Mudah menangis
  • Gemetar
  • Mudah terkejut
3. Adanya Ketakutan
Adanya ketakutan ditandai oleh:
  • Ketakutan pada gela
  • Ketakutan ditinggal sendiri
  • Ketakutan pada orang asing
  • Ketakutan pada binatang besar
  • Ketakutan pada keramaian lalu lintas
  • Ketakutan pada kerumunan orang banyak
4. Gangguan Tidur
Gangguan tidur ditandai oleh:
  • Sukar masuk tidur
  • Terbangun malam hari
  • Tidur tidak nyenyak
  • Bangun dengan lesu
  • Mimpi-mimpi
  • Mimpi buruk
  • Mimpi yang menakutkan
5. Gangguan Kecerdasan
Gangguan kecerdasan ditandai oleh:
  • Sukar konsentrasi
  • Daya ingat buruk
  • Daya ingat menurun
6. Perasaan Depresi
Perasaan depresi ditandai oleh:
  • Kehilangan minat
  • Sedih
  • Bangun dini hari
  • Kurangnya kesenangan pada hobi
  • Perasaan berubah-ubah sepanjang hari
7. Gangguan Gejala Somatik
Gejala somatik ditandai oleh:
  • Nyeri pada otot
  • Kak
  • Kedutan otot
  • Gigi gemeretak
  • Suara tidak stabil
8. Gejala Sensorik
Gejala sensorik ditandai oleh:
  • Tinitus (telinga berdenging)
  • Penglihatan kabur
  • Muka merah dan pucat
  • Merasa lemah
  • Perasaan ditusuk-tusuk
9. Gejala Kardiovaskuler
Gejala kardiovaskuler ditandai oleh:
  • Takikardia (denyut jantung cepat)
  • Berdebar-debar
  • Nyeri dada
  • Denyut nadi mengeras
  • Rasa lemas seperti mau pingsan
  • Detak jantung hilang sekejap
10. Gejala Pernapasan
Gejala pernafasan ditandai oleh:
  • Rasa tertekan atau sempit di dada
  • Perasaan tercekik
  • Merasa nafas pendek/sesak
  • Sering menarik nafas panjang
11. Gejala Gastrointestinal
Gejala gastrointestinal (pencernaan) ditandai oleh:
  • Sulit menelan
  • Mual
  • Perut melilit
  • Gangguan pencernaan
  • Nyeri lambung sebelum atau sesudah makan
  • Rasa panas di perut
  • Perut terasa kembung atau penuh
  • Muntah
  • Defekasi lembek
  • Berat badan menurun
  • Konstipasi (sukar buang air besar)
12. Gejala Urogenital
Gejala urogenital (perkemihan dan kelamin) ditandai oleh:
  • Sering kencing
  • Tidak dapat menahan kencing
  • Amenorrhoe (tidak haid
  • Menorrhagia (darah haid berlebihan)
  • Masa haid berkepanjangan
  • Masa haid amat pendek
  • Haid beberapa kali dalam sebulan
  • Frigiditas (menjadi dingin)
  • Ejakulasi dini
  • Ereksi melemah
  • Ereksi hilang
  • Impotensi
13. Gejala Otonomi
Gejala otonom ditandai oleh:
  • Mulut kering
  • Muka kering
  • Mudah berkeringat
  • Pusing/sakit kepala
  • Kepala terasa berat
  • Bulu - bulu berdiri
14. Perilaku Sewaktu Wawancara
Perilaku sewaktu wawancara, ditandai oleh:
  • Gelisah (memainkan tangan/jari-jari, meremas-remas tangan,menarik-narik rambut, menggigit-gigit bibir)
  • Tidak tenang (bergerak terus, tidak dapat duduk dengantenang)
  • Jari gemetar
  • Mengerutkan dahi atau kening
  • Muka tegang
  • Tonus otot meningka
  • Nafas pendek dan cepat
  • Muka merah
Cara penilaian item kecemasan di ata
  1. Skor 0 : tidak ada gejala sama sekali
  2. Skor 1 : dari gejala yang ada
  3. Skor 2 : sampai dengan separuh dari gejala yang ada
  4. Skor 3 : lebih dari separuh gejala yang ada
  5. Skor 4 : Semua gejala ada
Penilaian hasil yaitu dengan menjumlahkan nilai skor item 1 sampai dengan 14 dengan ketentuan sebagai berikut:
  1. Skor kurang dari 14 = tidak ada kecemasan
  2. Skor 14 sampai dengan 20 = kecemasan ringan
  3. Skor 21 sampai dengan 27 = kecemasan sedang
  4. Skor 28 sampai dengan 41 = kecemasan berat
  5. Skor 42 sampai dengan 56 = kecemasan berat sekali (panik)
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar