Perubahan Fisiologis pada Ibu Hamil

Perubahan fisiologis pada ibu hamil sudah menjadi tanda-tanda yang seharusnya dialami oleh seorang ibu hamil. Perubahan fisiologis yang dialami oleh ibu hamil adalah sebuah hal yang normal. Perubahan fisiologis ini, untuk menunjang perubahan, pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sedang di kandungnya.
Perubahan fisiologis pada ibu hamil lebih kentara pada bagian-bagian tertentu yang langsung berhubungan dengan proses kehamilan. Perubahan fisiologis pada ibu hamil itu seperti perubahan uterus (rahim), perubahan pada daerah vulva dan vagina, perubahan ovarium, perubahan pada payudara dan darah.
Uterus
Uterus bertambah besar, dari alat yang beratnya 30 gr menjadi 1000 gr, dengan ukuran panjang 32 cm, lebar 24 cm dan ukuran muka belakang 22 cm. Pembesaran ini disebabkan oleh hypertrofi dari otot otot rahim, tetapi pada kehamilan muda terbentuk juga sel sel otot yang baru. (Helen Varney, 2007)
Vagina dan Vulva
Terjadi hipervaskularisasi pada vagina dan vulva karena pengaruh esterogen sehingga terlihat merah dan kebiruan.
Ovarium
Ovulasi berhenti, masih terdapat korpusluteum graviditas sampai terbentuknya uri (plasenta) yang mengambil alih pengeluaran esterogen dan progesterone .
Payudara
Payudara membesar disebabkan oleh hipertrophi dari alveoli, hal ini sering menimbulkan hipersensitivitas pada mamae.
Darah
Volume darah bertambah, baik plasma maupun eritrositnya menyebabkan oleh hydraemia lebih menonjol hingga biasanya kadar Hb menurun.(Rustam Mochtar,2000)
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar