Perekrutan Sumber Daya Manusia

Perekrutan sumber daya manusia merupakan salah satu tugas utama dari divisi Human Resources Development . Perekrutan merupakan pintu memasuki sebuah manajemen. Manajemen yang berkualitas adalah manajemen yang terlihat bersih dari awal perekrutan sumber daya manusianya.
Perekrutan sumber daya manusia (SDM) merupakan suatu proses atau tindakan yang dilakukan oleh organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai melalui beberapa tahapan yang mencakup identifikasi dan evaluasi sumber – sumber penarikan tenaga kerja, menentukan kebutuhan tenaga yang diperlukan, proses seleksi, penempatan, dan orientasi tenaga kerja.
Perekrutan sumber daya manusia (SDM) bertujuan untuk menyediakan sumber daya manusia yang cukup agar manajer dapat memilih sumber daya manusia yang memenuhi kualifikasi yang mereka perlukan.
Agar hasil dari perekrutan dapat dikatakan berhasil atau efektif, maka terdapat empat indikator untuk menunjukkan efektifitas dari perekrutan sumber daya manusia (SDM), yaitu :
  1. Jumlah (kuantitas) pelamar mencukupi
  2. Kualitas pelamar menunjukkan persyaratan yang dibutuhkan
  3. Biaya per pelamar yang direkrut
  4. Waktu yang dibutuhkan untuk mengisi jabatan yang kosong.
Seleksi Sumber Daya Manusia
Setelah melewati fase perekrutan, maka akan memasuki proses seleksi. Seleksi adalah suatu proses untuk memilih individu yang memiliki kualifikasi sesuai dengan persyaratan untuk mengisi jabatan didalam organisasi. Proses seleksi bertujuan untuk menyesuaikan antara kemampuan dan ketrampilan sumber daya manusia yang tertulis dalam lamaran kerja dan apa yang dibutuhkan organisasi.
Proses seleksi yang baik akan memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan sebuah organisasi. Oleh karena itu seleksi harus didasarkan pada standar yang jelas. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa dasar kebijaksanaan dalam mengadakan seleksi sumber daya manusia adalah: mengadakan seleksi dengan cara yang paling efektif dan dengan biaya serendah – rendahnya untuk mendapatkan tenaga kerja yang sebaik – baiknya (Manulang, 1981).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar