Masalah Gizi Anak Sekolah

Masalah gizi anak sekolah adalah masalah asupan gizi yang dikonsumsi anak. Masalah gizi anak sekolah sangat berhubungan erat dengan pola makan anak. Masalah gizi ini akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak, dimana usia anak sekolah adalah usia-usia pertumbuhan dan perkembangan yang pesat.
Menurut Haryanto (2002), masalah-masalah gizi anak sekolah yang umum terjadi pada anak sekolah adalah:
Anemia gizi
Anemia gizi karena kurang zat gizi besi adalah masalah yang sering ditemukan pada anak sekolah dan remaja. Agar zat besi yang diabsorbsi lebih banyak tersedia untuk tubuh, maka diperlukan bahan makanan yang berkualitas tinggi. Daging, hati, ikan, dan ayam merupakan makanan yang mengandung zat besi yang berkualitas tinggi, artinya mudah dicerna. Zat besi juga dapat diperoleh dari pangan nabati seperti kacang kedelai, serelia, sayur- sayuran, dan buah-buahan tapi tidak mudah diabsorbsi oleh pencernaan. Makan bahan makanan yang mengandung vitamin C mempermudah penyerapan zat besi. Jadi, menu makanan di rumah yang terdiri dari lauk, sayur-sayuran, dan buah-buahan yang mengandung zat besi sangat bermanfaat mencegah anemia gizi besi.
Karies gigi
Perilaku makan yang tidak sehat disertai kebersihan mulut yang buruk menyebabkan perusakan gigi dan gusi. Mulut yang tidak bersih menyebabkan penyakit gusi dan penanggalan gigi premature diusia dewasa. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan gangguan kesehatan, tetapi juga penampilan. Pendidikan tentang kebersihan mulut, penggunaan fluoride dalam air minum dan pasta gigi, penggunaan pemanis alternatif, dan perbaikan kesehatan mulut sangat penting dalam penurunan kasus tersebut.
Kurang gizi
Kurang gizi pada anak sekolah disebabkan pada usia sekolah biasanya anak sudah mulai dapat memilih makanan yang disukainya. Mempunyai kebiasaan makan makanan jajanan yang tidak bergizi, gemar bermain sehingga melupakan waktu makan, dan mempunyai kebiasaan tidak sarapan jika berlangsung lama dapat menyebabkan kekurangan gizi.
Obesitas
Cadangan lemak dalam jumlah yang cukup sangat diperlukan dalam tubuh tapi, sebagian anak sekolah ada yang makannya melebihi kebutuhannya sehingga menyebabkan kegemukan. Badan gemuk berpengaruh kurang baik terhadap imajinasi diri, perkembangan psikis, dan sosial sehingga berakibat depresi yang akhirnya memacu makan lebih banyak lagi. Selain itu, badan gemuk juga mempunyai kecenderungan untuk menderita penyakit jantung, ginjal, diabetes, hipertensi serta berakibat timbulnya penyakit-penyakit lain.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Posting Komentar