Makna dalam Penderitaan

Makna hidup dalam penderitaan adalah mencari sisi-sisi kehidupan yang tersimpan dalam segala sesuatu keadaan walaupun itu dalam keadaan menderita. Makna hidup dapat ditemukan dalam setiap keadaan, baik menyenangkan maupun tidak menyenangkan, dalam keadaan bahagia maupun derita, karena manusia selama hidup di dunia ini tidak selalu dalam keadaan menyenangkan (Bastaman, 1996).
Makna hidup dalam Penderitaan
Makna dalam penderitaan merupakan bagian integral dari kehidupan manusia, kerena eksisstensi manusia senantiasa berkisar antara senang dan susah, tawa dan air mata, derita dan bahagia. Terlepas dari berat-ringannya, setiap orang dalam hidupnya pasti pernah mengalami penderitaan (Bastaman, 1996).
Bastaman (1996) menggambarkan penderitaan sebagai perasaan tidak menyenangkan dan reaksi-reaksi yang ditimbulkannya sehubungan dengan kesulitan yang dialami seseorang. Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam Bastaman 1996) digambarkan penderitaan sebagai proses, perbuatan, cara menderita, dan penanggungan yang terkait dengan sesuatu yang tidak menyenangkan, seperti sakit, cacat, kesengsaraan dan kesusahan.
Frankl (dalam Bastaman, 1996) menyatakan tiga hal yang dapat menimbulkan penderitaan.
Tiga ragam penderitaan yang sering ditemukan dalam kehidupan manusia atau ”the three tragic triads of human existence” antara lain:
  1. Rasa sakit (pain), suatu keadaan mental atau fisik yang kurang baik atau kegelisahan mental dan fisik. Intensitas rasa sakit berkisar mulai dari setengah gelisah atau perasaan ayng membosankan, hingga penderitaan yang akut, barangkali rasa sakit yang tidak terperikan dan dapat dirasakan secara menyeluruh atau hanya pada beberapa bagian, sebagai akibat dari korban kecelakaan atau luka secara fisik atau luka secara mental, dan biasanya menimbulkan reaksi menghindari, melarikan diri, atau menghancurka faktor penyebabnya.
  2. Rasa bersalah (guilt), merupakan sejenis penderitaan yang berkaitan dengan perbuatan yang tidak sesuai hati nurani. Hati nurani adalah unsur kepribadian yang menilai sejauh mana pemikiran, perasaan, dan tindakan seseorang sesuai dengan tolak ukur tertentu.
  3. Kematian (death), baik kematian itu sendiri maupun kematian orang lain merupakan tragdi alami yang pasti terjadi dan dialami oleh setiap orang.
Tahap-Tahap Penemuan Makna dalam Penderitaan
Bastaman (1996) memaparkan beberapa tahap yang harus dilalui seseorang dalam menemukan dan memenuhi makna hidupnya dalam suatu penderitaan, yaitu:
  1. Tahap derita, yaitu pengalaman tragis dan penghayatan hidup tanpa makna. Suatu peristiwa tragis dalam hidup seseorang dapat menimbulkan penghayatan hidup tanpa makna yang ditandai dengan perasaan hampa, gersang, apatis, bosan, dan merasa tidak lagi memiliki tujuan hidup. Kebosanan adalah ketidakmampuan seseorang untuk membangkitkan minat, sedangkan apatis adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengambil prakarsa.
  2. Tahap penerimaan diri, individu mulai menerima apa yang terjadi pada hidupnya, pemahaman diri, dan terjadinya perubahan sikap. Munculnya kesadaran diri biasanya didorong oleh beraneka ragam sebab. Misalnya, karena perenungan diri, konsultasi dengan para ahli, mendapat pendangan dari seseorang, hasil do’a dan ibadah, belajar dari orang lain, dan lain-lain.
  3. Tahap penemuan makna hidup. Tahap ini ditandai dengan penyadaran individu akan nilai-nilai berharga yang sangat penting dalam hidupnya. Hal-hal yang dianggap berharga dan penting itu mungkin saja berupa nilai- nilai kreatif, nilai-nilai penghayatan, dan nilai-nilai bersikap.
  4. Tahap realisasi (keikatan diri, kegiatan terarah dan pemenuhan makna hidup). Pada tahap ini, individu akan mengalami semangat dan gairah dalam hidupnya, kemudian secara sadar melakukan keikatan diri (self commitment) untuk melakukan kegiatan nyata yang lebih terarah guna memenuhi makna hidupnya.
  5. Tahap kehidupan bermakan (penghayatan bermakna, kebahagiaan). Keberhasilan dalam menemukan dan memenuhi makna hidup akan menyebabkan seseorang merasakan kehidupan yang berarti dan pada akhirnya akan menimbulkan perasaan bahagia.
Share on :


Related post:


1 komentar:

Anonim mengatakan...

blognya keren sekali dan sangat bermanfaat :D terima kasih banyak

Poskan Komentar