Faktor yang Mempengaruhi Status Gizi

Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi, dalam hal pemenuhan kebutuhan gizi terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh. Faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi itu seperti konsumsi makanan, penyakit infeksi, maupun faktor sosial ekonomi.
Di bawah ini akan di jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi, antara lain:
Faktor Konsumsi Makanan dan Penyakit Infeksi
Konsumsi makanan dan penyakit infeksi yang kurang memenuhi syarat gizi merupakan faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan status gizi. Gangguan gizi yang kronis pada masa anak akan tampak akibatnya terhadap pertumbuhan pada usia selanjutnya bila tidak segera ditanggulangi (Soekirman, 1999).
Banyak faktor yang mempengaruhi status gizi seseorang baik secara langsung berpengaruh maupun yang tidak langsung. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap status gizi, khususnya anak balita adalah asupan zat gizi dari konsumsi makan (Soekirman, 1999).
Faktor Tingkat Pendapatan
Tingkat pendapatan juga menentukan pola makan apa yang dibeli dengan uang tersebut (faktor ekonomi dan kekuatan daya beli). Jika pendapatan meningkat, pembelanjaan untuk membeli makanan juga meningkat. Dengan demikian pendapatan merupakan faktor yang menentukan kualitas dan kualitas makanan yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap status gizi (Alan Berg dan Sayogya, 1986).
Semakin tinggi pendapatan semakin besar porsi kalori dari sumber pangan baik dari segi protein hewani maupun dari sumber nabati pada kelompok berpendapatan tinggi (Rachman,dkk, 1980). Demikian juga sebaliknya, semakin lemah atau rendah pendapatan akan semakin jelek tingkat pemenuhan kebutuhan akan gizi.
Faktor Ketersediaan Bahan Pangan
Penyebab masalah gizi yang pokok di tempat paling sedikit dua pertiga dunia adalah kurang cukupnya pangan untuk pertumbuhan normal, kesehatan, dan kegiatan normal. Kurang cukupnya pangan berkaitan dengan ketersediaan pangan dalam keluarga. Tidak tersedianya pangan dalam keluarga yang terjadi terus menerus akan menyebabkan terjadinya penyakit kurang gizi (Winarto, 1990)
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar