Ciri-ciri Lanjut Usia

Ciri ciri Lanjut Usia, yang disepakati bersama adalah; Lanjut usia bila telah berusia diatas 60 tahun, berlaku sama pada semua etnik (tergantung definisi operasional). Ciri-ciri Lanjut Usia lainnya bila telah memiliki cucu. Ciri lanjut usia lainnya termasuk mereka yang sering sakit sakitan atau fisiknya sudah lemah.
Sama seperti setiap periode lainnya dalam rentang kehidupan seseorang, usia lanjut ditandai dengan perubahan fisik dan psikologis.
  • Usia lanjut merupakan periode kemunduran
  • Perbedaan individu pada efek menua
  • Sikap social terhadap usia lanjut
  • Orang usia lanjut mempunyai status kelompok minoritas
  • Menua Membutuhkan Perubahan Peran
  • Penyesuaian yang Buruk Merupakan Ciri-ciri Lanjut Usia
  • Keinginan Menjadi Muda Kembali Sangat Kuat Pada usia Lanjut
Secara umum, ciri-ciri lanjut usia adadalah sebagai berikut:
Lanjut Usia Merupakan Peride Kemunduran
Perkembangan seseorang tidak pernah bersifat statis, ia selalu berubah secara konstan artinya bahwa seseorang selalu menuju pada kedewasaan. Sebaliknya, pada bagian selanjutnya mereka tidakevolusional lagi perubahan ini sesuai dengan kodrat manusia.Periode usia lanjut, ketika kemunduran fisik dan mental terjadi secara perlahan dan bertahap dikenal dengan istilah senescence, yaitu masa proses menjadi tua.
Perbedaan Individual pada Efek Menua
Dewasa ini menua itu mempengaruhi orang-orang secara berbeda. Orang menjadi tua secara berbeda karena mereka mempunyai sifat pembawaan yang berbeda, sosio ekonomi dan latar pendidikan yang berbeda, dan pola hidup yang berbeda sebagai contoh beberapa orang berfikir bahwa masa pensiun itu merupakan berkah dan keberuntungan, sedangkan orang lain menganggapnya sebagai kutukan.
Berbagai Streotipe Orang Lanjut Usia
Ageisme merupakan prasangka terhadap orang dewasa lanjut. Ageisme merupakan salah satu dari kata yang buruk di masyarakat. Banyak orang dewasa lanjut menghadapi diskriminasi yangmenyakitkan yang sering tersembunyi sehingga sulit untukmelawannya.
Terdapat banyak sterotipe pada orang lanjut usia dan banyak kepercayaan tradisional tentang kemampuan fisik dan mental.
Sterotipe dan tradisional ini timbul dari berbagai sumber, yaitu:
  1. Cerita rakyat dan dongeng yang menggambarkan orang lanjut usia yang bersikap baik dan mempunyai pengertian tetapi banyak juga yang menggambarkan mereka khususnya wanita sebagai orang yang rewel dan jahat.
  2. Orang lanjut usia sering diberi tanda dan diartikan secara tidak menyenangkan oleh berbagai media massa.
  3. Berbagai humor dan canda yang berbeda juga menyangkut aspek negatif orang usia lanjut, mereka tidak menyenangkan dan lebih menekankan sikap ketololan daripada kebijakan.
  4. Orang dalam lembaga tertentu, yang kemampuan fisik dan mentalnya menurun merupakan orang penting yang bertanggungjawab terhadap proses perlembagaan.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar