Bahan Makanan Sumber Protein

Makanan sumber protein adalah bahan makanan yang kita makan dalam menu sehari-hari yang mengandung protein cukup. Di sekitar kita, bahan makanan sumber protein sangat melimpah, tinggal bagaimana kita mengatur keseimbangan kadar protein dalam menu keseharian.
Berdasarkan sumbernya, bahan makanan sumber protein dapat kita golongkan kedalam dua golongan, yaitu:
  1. Bahan makanan sumber protein hewani, yaitu: daging, ayam, ikan, kerang, udang,telur dan susu sapi.
  2. Bahan makanan sumber protein nabati, yaitu: kacang kedele, kacang ijo, kacang tanah,tahu, tempe, dan susu kedele. 3. Selain protein hewani dan nabati, dalam nasi, sayur dan ASI juga terdapat protein.
Umumnya mutu sumber hewani lebih sempurna dibandingkan dengan sumber nabati karena komposisi asam amino esensial protein hewani lebih lengkap (Soedarmo dan Djaeni Sediaoetama, 1997). Begitu pula protein hewani diperlukan bagi pertumbuhan anak–anak.
Kelebihan sumber hewani dibandingkan sumber nabati adalah (Winarno, 1993):
  1. Kadar kalsium dan fosfor pangan protein hewani lebih tinggi, terutama kalau mengandung tulang.
  2. Kadar vitamin B kompleks yang tinggi.
  3. Kadar vitamin B 12 yang hanya terdapat pada hasil–hasil hewan dan pada bahan–bahan makanan hewani.
  4. Kandungan asam–asam amino metionin dan lisin lebih tinggi.
Klasifikasi protein dapat pula dilakukan berdasarkan fungsi fisiologiknya, berhubungan dengan daya dukungnya bagi pertumbuhan badan dan bagi pemeliharaan jaringan.
  1. Protein sempurna, bila protein ini sanggup mendukung pertumbuhan badan dan pemeliharaan jaringan. Jenis protein inilah yang diperlukan oleh anak- anak (balita) yang sedang tumbuh pesat.
  2. Protein setengah sempurna, bila sanggup mendukung pemeliharaan jaringan, tetapi tidak mendukung pertumbuhan badan.
  3. Protein tidak sempurna, bila sama sekali tidak sanggup menyokong pertumbuhan badan, maupun pemeliharaan jaringan (Sediaoetama, 1991).
Protein untuk bayi sebaiknya yang bermutu tinggi di mana semua asam amino yang perlu sekali tersedia dalam jumlah yang cukup, yaitu sembilan asam amino untuk bayi (Winarno, 1987).
Intake gizi yang baik berperanan penting di dalam mencapai pertumbuhan badan yang optimal. Dan pertumbuhan badan yang optimal ini mencakup pula pertumbuhan otak yang sangat menentukan kecerdasan seseorang. karena itu usia balita ini sangat rawan terhadap kondisi-kondisi kurang gizi. Setelah anak berusia 2 tahun sebenarnya yang penting adalah aneka ragam makanan yang dikonsumsi secara cukup, maka anak–anak dapat tumbuh secara baik (Anonim, 2007).
Kecukupan gizi yang dianjurkan adalah banyaknya masing–masing zat gizi yang harus dipenuhi dari makanan untuk mencakup hampir semua orang sehat. Kecukupan gizi dipengaruhi oleh umur, jenis kelamin, aktivitas, berat badan, genetika, serta keadaan hamil dan menyusui (Karyadi, 1996).
Kurang Energi Protein (KEP) disebabkan oleh kekurangan makanan sumber energi secara umum dan kekurangan sumber protein. Pada anak-anak, Kekurangan Energi Protein (KEP) dapat menghambat pertumbuhan, rentan terhadap penyakit terutama penyakit infeksi dan mengakibatkan rendahnya konsentrasi belajar (Almatsier, 2003).
Menurut Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi tahun 1998, angka kecukupan protein untuk anak baduta yaitu:
Tabel Angka Kecukupan Protein yang dianjurkan (per orang per hari)
Kelompok Umur
Tinggi Badan (cm)
Protein (gr)
0 – 6 bl
60
12
7 – 12 bl
71
15
1 – 3 th
90
23
Sumber : Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi 1998
Namun, sekarang kecukupan protein untuk anak baduta berdasarkan angka kecukupan gizi tahun 2004 yaitu:
Tabel Angka Kecukupan Protein yang dianjurkan (per orang per hari)
Kelompok Umur
Tinggi Badan (cm)
Protein (gr)
0 – 6 bl
60
10
7 – 12 bl
71
16
1 – 3 th
90
25
Sumber : Angka Kecukupan Gizi 2004 bagi orang Indonesia

Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar