Teori Perkembangan Sosial

Teori perkembangan sosial merupakan salah satu teori dalam psikologi yang di aplikasikan dalam hubungan sosial. Sehingga teori perkembangan sosial tidak lepas dari kajian individu dengan lingkungan sosialnya. Banyak teori perkembangan sosial yang populer saat ini, seperti perkembangan seksual Erick Erickson, Perkembangan sosial Lev Vygotsky, perkembangan sosial Albert Bandura, Perkembangan sosial Jean Piaget dan beberapa ahli lannnya yang mengemukakan teori perkembangan sosial.
Yang perlu di catat bahwa, teori perkembangan sosial, oleh para ahli selalu di kaitkan dengan perkembangan lainnya, yang menjadi latar kajian para ahli. Seperti psikososial Erick Erikson (antara psikologis dan sosial, latarnya adalah psikoanalisa), perkembangan sosial learning oleh Albert bandura (antara belajar dan sosialisasi, latarnya adalah psikologi kognitif) dan lain-lain. Pada ulasan ini, kita akan membahas secara rinci perkembangan sosial dari Erick Erickson.
Erik Erikson sangat terkenal dengan tulisannya di bidang psikologi perkembangan. Dengan latar belakang kajiannya adalah psikoanalisa, dia mengemukakan sebuah teori sosial dengan nama psikososial. Dia mengembangkan teori yang disebut teori perkembangan psikososial dimana ia membagi tahap-tahap perkembangan manusia menjadi delapan tahapan. Teori pekembangan psikososial ini mulai dari bayi hingga lanjut usia (life span). Jadi teori psikososial merupakan teori yang lengkap membahas perkembangan dalam semua rentang kehidupan.
Berikut ini terori perkembangan sosial menurut Erik Erikson yang tergambar pada tahap-tahap perkembangan sebagai berikut:
Umur
Fase Perkembangan
Perkembangan Perilaku
0 – 1
Trust vs Mistrust
Tahap pertama adalah tahap pengembangan rasa percaya diri kepada orang lain, sehingga mereka sangat memerlukan sentuhan dan pelukan.
2 – 3
Autonomy vs Shame
Tahap ini bisa dikatakan sebagai masa pemberontakan anak atau masa “nakalnya”. Namun kenakalannya tidak dapat dicegah begitu saja, karena tahap ini anak sedang mengembangkan kemampuan motorik dan mental, sehingga yang diperlukan justru mendorong dan memberikan tempat untukmengembangkan motorik dan mental. Pada saat ini anak sangat terpengaruh oleh orang-orang penting disekitarnya, misal orang tua atau guru.
4 – 5
Inisiative vs Guilt
Mereka banyak bertanya dalam segala hal, sehingga terkesan cerewet. Mereka juga mengalami perngembangan inisiatif/ide, sampai pada hal-hal yang berbau fantasi.
6 – 11
Indusstry vs Inferiority
Mereka sudah bisa mengerjakan tugas-tugas sekolah dan termotivasi untuk belajar. Namun masih memiliki kecenderungan untuk kurang hati-hati dan menuntut perhatian.
12 -18/20
Ego-identity vs Role on fusion
Tahap ini manusia ingin mencari identitas dirinya. Anak yang sudah beranjak menjadi remaja mulai ingin tampil memegang peran-peran sosial di masyarakat. Namun masih belum bisa mengatur dan memisahkan tugas dalam peran yang berbeda.
18/19 – 30
Intimacy vs Isolation
Memasuki tahap ini manusia sudah mulai siap menjalani hubungan intim dengan orang lain, membangun bahtera rumah tangga bersama calon pilihannya
31 – 60
Generation vs Stagnation
Tahap ini ditandai dengan munculnya kepedulian yang tulus terhadap sesama. Tahap ini terjadi saat seseorang telah memasuki usia dewasa
60 ke atas
Ego Integrity vs putus asa
Masa ini dimulai pada usia 60-an, masa dimana manusia mulai mengembangkan integritas dirinya.

Kita melihat dalam teori pekembangan sosial dari Erick Erickson membahas dua sisi perkembangan yaitu, perkembangan yang mengalami kesempurnaan dan perkembangan yang mengalami hambatan. Dua sisi perkembagan ini disajikan dalam usia tertentu, untuk melihat apakah seseorang sudah sukses melewati fase perkembangan tertentu atau belum.

Referensi:
Santrock. Life Span
Hurlock. Psikologi Perkembangan
Prof. Dr. H. Djaal. Psikologi Pendidikan
Eka Izzaty, Rita. Perkembangan Peserta Didik
Drs. Zulkifli L. 2009. Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar