Teori Belajar Tolman

Teori belajar Tolman adalah salah satu teori belajar dalam psikologi belajar yang populer saat ini. Teori belajar Tolman dikembangkan oleh Edward Chace Tolman dalam Hergenhahn, B.R dan Matthew, H Olson. (2009: 23).
Tolman memulai teorinya belajarnya dari Gestalt yang menyatakan bahwa belajar pada dasarnya adalah proses menemukan hal-hal tertentu dalam lingkungan. Teorinya menjelaskan perilaku seseorang secara kognitif, sehingga teori belajar Tolman termasuk teori belajar kognitif.
Tolman berusaha menjelaskan perilaku yang diarahkan untuk mendapat tujuan sehingga disebut behaviorisme purposif (purposive behaviorism). Tolman berpendapat bahwa melalui perilaku bertujuan, proses belajar bukanlah sesuatu situasi yang dapat diamati semuanya, tetapi proses nyata dari belajar terdiri dari operasi kognitif yang terpusat.
Hal-hal yang dibahas oleh Tolman dalam teori belajarnya adalah mengenai hal-hal sebagai berikut:
  1. Perilaku moral Untuk melawan kaum behavioristik dengan analisa ini dia berpendapat bahwa seluruh pola perilaku memiliki makna yang akan hilang jika diteliti dari sudut pandang elementistik.
  2. Konsep penguatan tidak penting untuk menjelaskan perilaku. Ia lebih mementingkan confirmation of expectancy (konfirmasi harapan) dalam peta kognitif adalah sama dengan gagasan penguatan seperti pada teori behavioristik.
  3. Tindakan vicarious trial and error (tindakan ujicoba) dalam tingkah laku.
  4. Belajar laten , adalah belajar yang tidak diterjemahkan ke dalam performa atau kinerja.
Keempat pembahasan Tolman di atas dalam teori belajar sangat penting artinya dalam perubahan tingkah laku belajar anak didik. Jika di lihat sekilas, teori belajar Tolman mengabaikan teori penguatan (reinforcement) oleh teori behavioristik. Ini karena teori belajar Tolman adalah salah satu dari kelompok teori belajar kognitif.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar