Spektrofotometri

Pengertian Spektrofotometri
Spektrofotometer sesuai namanya adalah alat yang terdiri dari spektrometer dan fotometer. Spektrometer menghasilkan sinar dari spektrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah alat pengukur intensitas cahaya yang ditranmisikan atau yang diabsorbsi. Jadi, Spektrofotometer digunakan untuk mengukur energi secara relatif jika energi tersebut ditransmisikan, direfleksikan atau diemisikan sebagai fungsi dari panjang gelombang.
Kelebihan Spektrofotometer dibandingkan fotometer adalah panjang gelombang dari sinar putih dapat lebih terseleksi dan ini diperoleh dengan alat penguat seperti prisma ataupun celah optis (Khopkar, 1990).
Spektrofotometri dalam Farmasi
Spektrofotometri yang paling sering digunakan dalam industri farmasi adalah spekrofotometri ultra violet dan juga cahaya tampak. Spektrofotometer Ultraviolet-Visibel (spektrofotometri UV) adalah pengukuran panjang gelombang dan intensitas sinar ultraviolet dan cahaya tampak yang diabsorbsi oleh sampel. Sinar ultra violet mempunyai panjang gelombang antara 200-400 nm, sinar tampak mempunyai panjang gelombang 400-800 nm. Salah satu aplikasi dari spektrofotometri ultra violet adalah penetapan kadar yang memiliki peranan penting untuk melakukan penentuan kuantitatif bahan baku dan sediaan obat. Konsentrasi dari analit didalam larutan bisa ditentukan dengan mengukur absorban pada panjang gelombang tetentu dengan menggunakan hukum Lambert- Beer. Jika penentuan kadar sangat rendah atau senyawa mula-mula mengabsorbsi dibawah 200 nm, maka sering kali senyawa ini terlebih dahulu diubah menjadi suatu senyawa yang berwarna melalui reaksi kimia dan absorbsi ditentukan dalam daerah tampak. (Dachriyanus, 2004; Khopkar, 1990; Rohman, 2007).
Dalam farmakope, metode spektrofotometri UV-Vis digunakan untuk 1% menetapkan kadar senyawa obat yang mendasarkan pada penggunaan nilai �� suatu obat. Nilai �� 1% 1 ���� 1 ���� adalah absorbansi suatu senyawa yang diukur pada konsentrasi 1% b/v (1 gr/100 ml) dengan ketebalan kuvet 1 cm pada panjang 1% gelombang dan pelarut tertentu. Nilai �� berfungsi untuk mengetahui berapa besar sensitifitas dan konsentrasi senyawa yang harus disiapkan sehingga diperoleh absorbansi pada kisaran 0,2-0,8 ( Rohman, 2007).
Instrumen Spektrofotometri
Komponen-komponen punyusun dari spektrofotometer antara lain:
Sumber Cahaya
Sumber yang biasa yang digunakan adalah lampu wolfram. Tetapi untuk daerah Ultra violet digunakan lampu hidrogen atau lampu deutrium. Kebaikan lampu wolfram adalah energi radiasi yang dibebaskan tidak bervariasi pada berbagai panjang gelombang.
Monokromator
Digunakan untuk memperoleh sumber sinar yang monokromatis. Alatnya berupa prisma ataupun grating. Untuk mengarahkan sinar monokromatis yang diinginkan dari hasil penguraian dapat digunakan celah. Jika celah posisinya tetap maka prisma ataupun gratingnya yang dirotasikan untuk mendapatkan panjang Gelombang (λ) yang diinginkan.
Sel Absorbsi
Pada pengukuran didaerah tampak kuvet kaca dapat digunakan, tetapi untuk pengukuran pada daerah Ultra violet kita harus menggunakan sel kuarsa karena gelas tidak tembus cahaya pada daerah ini. Umumnya tebal kuvetnya adalah 10 mm, tetapi yang lebih kecil ataupun yang lebih besar dapat digunakan. Sel yang biasa digunakan berbentuk persegi, tetapi bentuk silinder dapat juga digunakan. Kita harus menggunakan kuvet yang bertutup untuk pelarut organik. Sel yang baik adalah kuarsa atau gelas hasil leburan serta seragam seluruhnya.
Detektor
Peranan detektor penerima adalah memberikan respon terhadap cahaya pada berbagai panjang gelombang ( Khopkar, 1990).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar