Self Confidence pada Remaja Putri yang Obesitas

Self confidence adalah perasaan yakin akan kemampuan diri sendiri yang mencakup penilaian dan penerimaan yang baik terhadap dirinya secara utuh, bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh orang lain sehingga individu dapat diterima oleh orang lain maupun lingkungannya. Penerimaan ini meliputi penerimaan secara fisik dan psikis.
Menurut Jacinta (2002) Self confidence adalah sikap positif seorang individu yang merasa memiliki kompetensi atau kemampuan untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap dirinya maupun lingkungan. Menurut Hasan (2004) menyatakan self confidence adalah percaya akan kemampuan sendiri yang memadai dan menyadari kemampuan yang dimiliki, serta dapat memanfaatkan secara tepat.
Self confidance adalah perilaku yang menunjukkan keyakinan pada kemampuan dan penilaian diri sendiri yang sering muncul dalam berbagai situasi untuk menghasilkan kinerja yang lebih unggul.
Remaja Putri
Secara psikologis, masa remaja adalah usia dimana individu berintraksi dengan masyarakat dewasa, usia dimana mereka tidak lagi dibawah tingkat orang-orang yang lebih tua, namun berada dalam tingkat yang sama. Masa remaja (adolesen) merupakan masa perkembangan transisi antara masa anak-anak dan masa dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan social emosional. Usia remaja ini dimulai dari 10 sampai 13 tahun dan berakhir pada usia 18 sampai 22 tahun atau dimulai ketika anak sudah matang secara seksual dan berakhir ketika mencapai matang secara hukum.
Secara fisik, remaja putri mengalami perbedaan perkembangan dengan remaja putra. Remaja putri seakan-akan lebih awal mengalami perubahan bentuk fisik jika dibandingkan dengan remaja putra. Perubahan fisik pada remaja putri seperti pembesaran daerah panggul, pertumbuhan buah dada, perubahan suara dan perubahan fisik lainnya yang menandakan seorang remaj putri sudah mengalami masa remaja.
Tidak hanya perubahan fisik terjadi pada masa remaja putri, tetapi juga perubahan emosional, moral, peran dan sosial. Secara sosial, remaja sudah ingin di akui sebagai bagian dari kelompok orang-orang dewasa. Sehingga ruang pergaulan remaja yang sebelumnya lebih banyak dalam keluarga, sekarang akan bertambah luas dengan pergaulan pada teman sebaya dan oran-orang dewasa lainnya. Sehingga rasa penerimaan dari kelompok-kelompok tersebut sangat di butuhkan oleh remaja putri.
Obesitas
Obesitas adalah sebuah masalah fisik dan sosial. Secara fisik obesitas adalah kelebihan berat badan yang dialami oleh individu. Secara normal dan ideal berat badan individu harus sesuai dengan tinggi badannya. Untuk menghitung berat badan ideal/normal bisa menggunakan rumus (TB – 100) – ((TB – 100)10%). Stigma yang ada pada individu yang mengalami obesitas adalah orang yang kurang menjaga kesehatan, pola makan tidak teratur hingga masalah-masalah psikologis lain.
Secara sosial, obesitas adalah sebuah masalah. Hal ini karena persepsi sosial tentang obesitas cenderung berubah. Sebelum tahun 1980, secara sosial seseorang yang dianggap seksi adalah orang yang gemuk, berisi dan kuat. Tetapi stigma tentang perempuan yang menarik/seksi secara fisik ini berubah sesudah tahun 1980-an, dimana perempuan yang menarik secara fisik adalah perempuan yang langsing bahkan terlihat agak kurus. Hal inilah yang mengakibatkan beberapa perempuan sekarang ingin langsing, karena ingin terlihat menarik dan seksi. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa perempuan, terutama model sudah sangat kurus, bahkan mengalami anreksia. Tetapi mereka tetap mempertahankan bentuk badannya yang kurus tersebut, karena ingin selalu terlihat seksi.
Self Confidence pada Remaja Putri yang Obesitas
Seperti pada penjelasan diatas, bahwa self confidence adalah keyakinan dan penerimaan diri sendiri. Remaja putri dalam hal ini yang mengalami obesitas, akan menunjukkan sikap self confidence tergantung pada keyakinan dan penerimaan dirinya secara fisik.
Jadi ada dua kemungkinan self confidence pada remaja putri yang mengalami obesitas, yaitu self confidence positif dan self confidence negatif.
Pada remaja putri yang mengalami obesitas, akan memiliki self confidence yang positif jika remaja putri tersebut yakin dan merasa mampu serta memiliki penilaian terhadap dirinya secara positif. Tentunya penilaian positif ini tergantung pada nilai-nilai yang dianut oleh remaja putri tersebut dan nilai-nilai yang dianut oleh lingkungan tempat tinggalnya (rumah, sekolah, teman sebaya dan lain-lain). Jika remaja putri dan lingkungannya menerima secara positif (menghargai bahwa obesitas adalah sesuatu yang menarik dan seksi) kemungkinan bahwa remaja putri tersebut akan memiliki self confidence positif.
Self confidence negatif akan dialami oleh remaja putri jika nilai-nilai yang di percayai dan nilai-nilai yang dimiliki oleh lingkungan (keluarga, sekolah, tempat tinggal, teman sebaya dan lain-lain) tidak menerima (menganggap bahwa wanita yang obesitas adalah sesuatu yang tidak menarik secara fisik) kemungkinan bahwa remaja putri tersebut akan mengalami self confidence yang negatif. Artinya bahwa, remaja putri tersebut akan menolak bentuk fisik yang obesitas. Hal ini berkaitan antara self esteem-nya dengan self efficacy remaja putri tersebut.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar