Pengertian Obat Tablet

Pengertian obat tablet dapat dirujuk terlebih dahulu dari asal katanya. Nama tablet (tabuletta, tabletta) berasal dari „tabuletta piring pipih, papan tipis. Beberapa farmakope dijumpai penandaan tablet sebagai kompressi (comprimere = dicetak bersama), juga sebagai komprimat dan dengan demikian menunjukkan cara membuatnya. Tablet adalah sediaan obat padat takaran tunggal. Tablet dicetak dari serbuk kering, kristal atau granulat, umumnya dengan penambahan bahan pembantu, pada mesin yang sesuai dengan menggunakan suatu tekanan tinggi. Tablet dapat memiliki bentuk silinder, kubus, batang, dan bentuk cakram, juga bentuk seperti telur atau peluru. Keberhasilan dimiliki bentuk bundar, lebih atau kurang bentuknya cembung ganda atau bentuk cakram. Besarnya garis tengah tablet pada umumnya 5-17 mm, bobot tablet 0,1 – 1 gram (Voight, 1994).
Menurut Farmakope Indonesia edisi IV, obat tablet adalah sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatan, dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa. Tablet cetak dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah ke dalam cetakan. Tablet kempa dibuat dengan memberikan tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja (tahan karat) (Agoes, 2008).
Obaat tablet dapat berbentuk rata atau cembung rangkap, umumnya bulat, mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi, zat pengembang, zat pembasah. Tablet dapat digunakan untuk tujuan pengobatan lokal atau sistemik. Tablet yang berbentuk kapsul umumnya disebut kaplet. Berbagai bentuk khusus tablet dimaksudkan untuk menghindari, mencegah, atau mempersulit pemalsuan dan agar mudah dikenal orang (Anief, 1994 ; Syamsuni, 2006).
Tablet sangat baik disimpan dalam wadah yang tertutup rapat ditempat yang kelembabannya rendah, serta terlindung dari temperatur yang tinggi. Obat tablet khusus yang cenderung hancur bila kena lembab dapat disertai dengan pengering dalam kemasannya. Obat tablet yang dapat rusak oleh cahaya disimpan dalam wadah yang dapat menahan masuknya sinar/cahaya agar dapat bertahan lebih lama (Ansel, 1989).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar