Pengelompokan Emosi

Pengelompokan emosi oleh para ahli berbeda-beda. Goleman mengelompokkan emosi dasar manusia kedalam Sembilan kelompok emosi yaitu marah, sedih, takut, rasa bersalah, rasa nikmat, cinta, terkejut, jijik dan malu.
Sebagian ahli lain memberikan pengelompokkan emosi ke dalam dua bagian besar, yaitu emosi sensoris dan emosi kejiwaan (psikis). Pengelompokan emosi kedalam emosi sensoris dan emosi kejiwaan adalah sebagai berikut:
Emosi Sensoris
Emosi Sensoris, yaitu emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar terhadap tubuh, seperti rasa dingin, manis, sakit, lelah, kenyang dan lapar.
Emosi Psikis (Kejiwaan)
Emosi Psikis, yaitu emosi yang mempunyai alasan – alasan kejiwaan. Yang termasuk emosi jenis ini diantaranya adalah:
  1. Perasaan Intelektual, yaitu yang mempunyai sangkut paut dengan ruang lingkup kebenaran. Perasaan ini diwujudkan dalam bentuk: (a) Rasa yakin dan tidak yakin terhadap suatu hasil karya ilmiah, (b) Rasa gembira karena mendapat suatu kebenaran, (c) Rasa puas karena dapat menyelesaikan persoalan – persoalan ilmiah yang harus dipecahkan.
  2. Perasaan Sosial, yaitu perasaan yang menyangkut hubungan dengan orang lain, baik bersifat perorangan maupun kelompok. Wujud perasaan ini seperti: (a) Rasa solidaritas, (b) Persaudaraan (ukhuwah), (c) Simpati, (d) Kasih sayang, dan sebagainya.
  3. Perasaan Susila, yaitu perasaan yang berhubungan dengan nilai – nilai baik dan buruk atau etika (moral). Contohnya: (a) Rasa tanggung jawab (responsibility), (b) Rasa bersalah apabila melanggar norma, (c) Rasa tentram dalam mentaati norma.
  4. Perasaan Keindahan (estetis), yaitu perasaan yang berkaitan erat dengan keindahan dari sesuatu, baik bersifat kebendaan ataupun kerohanian.
  5. Perasaan Ketuhanan, yaitu merupakan kelebihan manusia sebagai makluk Tuhan, dianugrahi fitrah (kemampuan atau perasaan) untuk mengenal Tuhannya. Dengan kata lain, manusia dianugerahi insting religius (naluri beragama). Karena memiliki fitrah ini, maka manusia di juluki sebagai “Homo Divinans” dan “Homo Religius” atau makluk yang berke-Tuhan-an atau makhluk beragama (Syamsu, 2008).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar