Konsep Sehat dan Sakit

Konsep sehat dan sakit sakit berbeda antara orang sakit sendiri dengan petugas kesehatan. Bagi orang yang sakit, konsep sehat itu banyak di pengaruhi oleh faktor-faktor, baik dari dalam diri sendiri maupun lingkungan.
Persepsi masyarakat tentang konsep sehat dan sakit ini sangatlah dipengaruhi oleh unsur pengalaman masa lalu, di samping unsur sosial budaya. Sebaliknya, petugas kesehatan berusaha sedapat mungkin menerapkan kriteria medis yang objektif berdasarkan symptom dan gejala-gejala yang tampak guna mendiagnosa kondisi fisik seseorang individu. Perbedaan persepsi antara masyarakat dan petugas kesehatan inilah yang sering menimbulkan masalah dalam melaksanakan program kesehatan.
Terkadang orang tidak pergi berobat atau menggunakan sarana kesehatan yang tersedia sebab dia tidak merasa mengidap penyakit. Atau jika si individu merasa bahwa penyakitnya itu disebabkan oleh makhluk halus, maka ia akan memilih untuk berobat pada “orang pandai” yang dianggap mampu mengusir makhluk halus tersebut dari tubuhnya sehingga penyakitnya itu akan hilang (Sarwono, 1997).
Perbedaan konsep sehat dan sakit ini antara orang sakit dengan petugas kesehatan merupakan tantangan utama bagi petugas kesehatan. Kesulitan lainnya adalah, masyarakat kita masih berfokus pada budaya dan kepercyaan untuk mendefinisikan konsep sehat dan sakit. Sehingga ada benturan pendefinisian antara konsep sehat dan sakit menurut ilmu kesehatan dengan konsep sehat dan sakit menurut budaya ataupun kepercayaan masyarakat.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar