Mekanisme Melihat pada Manusia

Mata merupakan organ vital pada manusia. Dengan adanya indera ini, seseorang dapat menikmati gemerlapnya kehidupan dunia ini. tetapi ada sebagian orang tidak mampunyai kesempatan untuk menikmati keindahan yang ada, atau terbatasnya untuk menikmati keindahan itu karena disebabkan karena gangguan pada alat indera yang berfungsi untuk melihat.
Pada dasarnya, cahaya yang mengenai mata akan melalui kornea dan diteruskan melewati aquaeus humor, pupil, lensa mata, vitreus humor, dan akan jatuh pada bintik kuning yang terapat pada retina. Rangsangan yang mengenai retina ini akan diteruskan menuju ke pusat saraf penglihatan.
Ketepatan jatuhnya cahaya pada fovea diatur oleh ukuran ketebalan lensa mata. Apabila cahaya mengenai retina maka rodopsin yang terdapat pada sel basilus terurai. Pembentukan kembali rodopsin memerlukan waktu dan vitamin A. Waktu yang diperlukan untuk pembentukan rodopsin ini dikenal dengan waktu adaptasi rodopsin. Pada saat pembentukan rodopsin maka kemampuan mata dalam melihat akan sedikit menurun.
Sel selonus mengandung iodopsin yang merupakan senyawa retinin dan opsin. Sel-sel ini peka terhadap cahaya biru, hijau, dan merah. Kerusakan pada sel ini akan mengakibatkan buta warna.
Apabila mata mampu memfokuskan cahaya tepat pada bintik kuning, maka mata tersebut dikatakan normal (emetrop). Terdapat banyak gangguan yang disebebkan oleh ketidaktepatan pemfokusan cahaya di bintik kuning. Gangguan-gangguan itu seperti:
Myopia
Bayangan yang jatuh ada di depan bintik kuning karena bentuk lensa mata terlalu cembung. Orang yang mempunyai gangguan ini tidak dapat mengamati benda-benda yang jauh. Agar penglihatan dapat sempurna maka perlu dibantu dengan lensa negatif atau lensa cekung.
Hipermetrop
Bayangan jatuh di belakang bintik kuning karena lensa mata terlalu cekung. Gangguan ini mengakibatkan orang tidak mampu mengatao benda yang dekat. Gangguan seperti ini dapat diatasi dengan menggunakan lensa positif atau lensa cembung.
Presbiop
Gangguan ini disebabkan oleh menurunnya daya akomodasi karena factor usia. Gangguan ini dapat dibantu dengan menggunakan lensa bifokus.
Astigmatisma
Apabila kornea tidak rata maka cahaya yang masuk tidak dapat difokuskan pada bintik kuning. Gangguan ini dapat diatasi dengan lensa silindris.
Hemeralopia
Hemeralopia atau rabun senja, yaitu gangguan yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A sehingga pembentukan rodopsin pasa saat kurang cahaya menjadi terhambat.
Seroftalmia
Serroftalmologi (kornea mongering) dan keratomalasia (kornea mengelupas), gangguan ini akan muncul bila gejala kekurangan vitamin A terus berlanjut.
Buta warna
Gangguan yang berupa ketidakmampuan seseorang dalam membedakan warna cahaya ini merupakan gangguan yang bersifat menurun (diwariskan).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar