Perbedaan antara Pasar Uang, Pasar Modal, dan Pasar Berjangka

Mungkin sebagian dari kita, masih susah membedakan ketiga istilah di atas antara pasar uang, pasar modal, dan pasar berjangka. Bahkan sebagian dari kita memandang investasi diatas adalah investasi dalam bentuk “saham”. Padahal, antara saham dan ketiga istilah diatas, belum tentu nyambung.

Kita tidak bisa lagi melepaskan diri dalam ketiga bentuk investasi diatas. Ini merupakan dampak dari pergaulan dunia yang sudah bersifat global, sehingga tidak ada satu negara pun didunia yang tidak terpengaruh dengan isu-isu global. Baik itu mata uang, kurs dan harga minyak bumi dan lain-lain.

Dalam istilah investasi keuangan, ketiga istilah tersebut diatas dibedakan secara jelas antara pasar uang, pasar modal dan pasar berjangka.

Pasar Uang

Pasar uang adalah pasar dengan instrumen financial jangka pendek, umumnya yang diperjualbelikan berkualitas tinggi. Jangka waktu instrumen pasar uang biasanya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Pasar uang sering juga disebut pasar kredit jangka pendek. Pasar uang menyediakan instrumen investasi yang berbasis mata uang.

Contoh instrument pasar uang adalah Interbank call money, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikat Deposito, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Banker’s Acceptance, Commercial Paper, Treasury Bills, Repuchase Agreement dan lain-lain

Pasar Modal

Pasar modal menyediakan instrumen investasi berupa saham dan obligasi beserta turunannya dengan periode investasi yang bervariasi, ada yang jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang. Menurut Undang-undang Pasar Modal no. 8 tahun 1995, pasar Modal yaitu sebagai suatu kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

Pasar Berjangka

Perdagangan berjangka yang populer dengan Future Market sudah sangat lama dikenal masyarakat bisnis. Tidak terlalu jauh berbeda dengan sistim perdagangan pisik (Cash and Carry), model ini dikembangkan dengan aturan main yang sangat detil dan ketat serta dilengkapi dengan Lembaga Penjamin (Clearing House) yang bertugas menjamin keamanan dana (Margin) dan melaksanakan serah-terima barang (Delivery).

Pasar berjangka menyediakan instrumen investasi derivatif (turunan) dari aset lain baik berupa komoditi maupun keuangan. Pasar berjangka memang ditujukan untuk melakukan aksi lindung nilai. Contoh dari Pasar berjangka adalah pasar indeks, pasar commodity, forex dan lain-lain.

Jika anda ingin mengetahui dan memahami lebih lanjut seluk beluk berinvestasi di pasar indeks, bagaimana peluang keuntungan, resiko dan seluk beluk pasar indeks lebih dalam, kami menyediakan layanan konsultasi gratis, praktik langsung dan teknik analisa pasar indeks. Kami terbuka bagi siapa saja…,


M. Ardhy

Financial Analyst

Hp: 081266018614

Email: ardi@e-jurnal.com


Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar