Pengaruh Lingkungan Belajar terhadap Minat Belajar Siswa

Lingkungan belajar sangat mempengaruhi minat belajar siswa. Lingkungan memberikan stimulasi kepada siswa untuk berkonsentrasi, menumbuhkan motivasi ataupun menumbuhkan sikap dan daya bersaing dengan teman-teman sebayanya.

Seperti diketahui bahwa kondisi belajar mengajar yang efekif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar. Minat belajar siswa sangat bergantung pada lingkungan belajar. Lingkungan belajar dalam konteks pendidikan mempunyai peranan penting yang besar dan strategis. Hal ini disebabkan karena lingkungan adalah tempat interaksi langsung dalam belajar

Contoh-contoh kondisi lingkungan belajar anak yang efektif:

Lingkungan yang menumbuhkan daya saing (kompetitif)

Lingkungan yang menumbukan daya saing (kompetitif) bagi akan menumbuhkan minat belajar untuk mendapatkan performa (tampilan) yang terbaik. Dengan adanya daya saing dari lingkungan, anak akan terpicu untuk belajar lebih giat.

Biasanya, ukuran keberhasilan siswa diambil dari nilai tertinggi yang ada. Jika nilai tertinggi disekolah tersebut rendah, dibandingkan dengan nilai di sekolah lain, bisa diartikan bahwa lingkungan sekolah tersebut kurang kompetitif. Yang menjadi masalahnya adalah, biasanya guru mengambil nilai berdasarkan rata-rata kelas. Sehingga, siswa yang terpintar disuatu sekolah belum tentu pintar di sekolah lain. Untuk menyiasati hal ini, diharapkan kepada guru untuk menumbuhkan jiwa kompetisi kepada siswanya.

Lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif

Lingkungan yang aman, nyaman dan kondusif juga sangat mempengaruhi minat belajar siswa. Bahkan dalam sebuah penelitian, penggunaan cat dalam lingkungan kelas mempengaruhi minat dan konsentrasi siswa. Lingkungan yang bebas dari kebisingan, tempat belajar yang baik dan didukung peralatan yang memadai akan mempengaruhi minat siswa dalam belajar.

Lingkungan yang memberikan stimulasi dan menumbuhkan kreasi

Lingkungan yang kaya dengan stimulasi akan menumbuhkan minat yang besar pada siswa. Dengan besarnya stimulasi dari lingkungan, siswa akan merespon stimulasi tersebut dengan menciptakan sesuatu yang berbeda. Lingkungan sekolah yang mempunyai kegiatan ekstrakurikuler yang banyak misalnya, akan mengeksplorasi minat/bakat siswa sesuai dengan keinginannya. Jadi minat siswa akan tersalurkan pada kegiatan-kegiatan sekolah yang ada dan sesuai. Stimulasi yang positif dan banyak dari lingkungan, akan memperkaya siswa untuk menumbuhkan kreasi yang beragam.

Share on :


Related post:


2 komentar:

Ririe Khayan mengatakan...

3point yg akurat mendukung motivasi belajar yg kondusif.

Terutama poin 1, lingkungan kompetitif sangat berpengarug utk tumbuhnya saya saing...

badri zaman mengatakan...

TERIMAKASIH ARTIKELNYA, SANGAT MEMBANTU.... MOHON IZIN COPY-PASTE UNTUK BAHAN REFERSNSI TESIS..

Poskan Komentar