Alasan Individu Bergabung dalam Kelompok

Kelompok merupakan kumpulan dari individu-individu yang mempunyai kesamaan sikap, ide, cita-cita minat, hobby dan lain-lain. Menurut Johnson, kelompok adalah dua atau lebih individu yang saling berinteraksi secara langsung, masing-masing peduli dengan hubungannya dalam sebuah grup , masing-masing peduli dengan orang lain yang menjadi anggota grup, dan masing-masing peduli dengan ketergantungan positif mereka sehingga mereka dapat berusaha mencapai tujuan bersama.

Dalam lingkungan sekitar, terdapat beberapa kelompok yang mempunyai arah, tujuan dan cita-cita yang berbeda. Adanya beberapa kelompok disekitar individu membuat individu bisa bergabung dalam lebih dari satu kelompok dengan berbagai alasan. Vaughan (2005), mengemukakan beberapa alasan individu menjadi anggota suatu kelompok:

Proksimitas

Individu cenderung bergabung dengan individu lain yang berdekatan. Misalnya, mahasiswa-mahasiswa yang tempat tinggalnya sama akan berkelompok setidaknya untuk pulang bersama.

Kesamaan sikap, minat dan keyakinan

Indvidu-individu yang punya minat atau keyakinan yang sama cenderung berkelopok. Misalnya kelompok mahasiswa muslim yang mendirikan organisasi berlatar belakang agama.

Saling tergantung untuk mencapai suatu tujuan tertentu

Adanya tujuan bersama beberapa individu bergabung dalam satu kelompok. Milsanya para mahasiswa yang ingin supaya harga BBM diturunkan akan bergabung dalam demonstrasi menentang keputusan pemerintah menaikkan BBM.

Dukungan timbal balik yang positif

Dukungan timbal balik yang positif (mutual positive support) dan kemikmatan berafiliasi merupakan salah satu penyebab mengapa individu membentuk kelompok. Kelompok bisa memberikan dukungan yang positif kepada individu serta membuat individu merasa memiliki afiliasi. Hal ini dapat menghindarkan individu dari rasa kesepian. Misalnya, seorang mahasiswa yang tidak masuk kuliah akan memperoleh informasi tentang tugas dari teman sekelompoknya.

Dukungan emosional

Kelompok juga bisa memberi dukungan emosional untuk para anggotanya. Misalnya seorang mahasiswa diputuskan oleh pacarnya akan dihibur oleh teman-teman sekelompoknya dan bisa sejenak melupakan masalahnya dengan berjalan-jalan bersama teman-temannya.

Identitas sosial

Keanggotaan individu di dalam kelompok membuat individu memiliki identitas. Individu tahu siapa dirinya karena ia anggota suatu kelompok. Kelompok memberikan identitas terbaru bagi individu dengan memberikan nilai-nilai yang berbeda dengan kelompok lainnya.

Share on :


Related post:


1 komentar:

Anonim mengatakan...

good lah...........

Poskan Komentar