PERAN PERSEPSI KEHARMONISAN KELUARGA DAN KONSEP DIRI TERHADAP KECENDERUNGAN KENAKALAN REMAJA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran persepsi keharmonisan keluarga dan konsep diri terhadap kecenderungan kenakalan remaja. Subjek penelitian ini adalah siswa SMPN 20 Surakarta Jawa Tengah. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 120 orang, tetapi angket yang kembali lengkap dan sesuai dengan karakteristik yang telah ditentukan hanya 117 set. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan karakteristik subjek (1) Remaja awal berusia 13-16 tahun, (2) tinggal dengan kedua orangtua, (3) berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, dan (4) bukan anak tunggal. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: skala kecenderungan kenakalan remaja, skala persepsi keharmonisan keluarga, dan skala konsep diri. Ketiga skala ini menggunakan model skala likert yang terdiri dari 4 alternatif pilihan jawaban, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi. Hasil hipotesis menunjukkan, keharmonisan keluarga dan konsep diri secara bersama- sama memberikan peran terhadap kecenderungan kenakalan remaja. Berdasarkan hasil analisis regresi dengan metode stepwise terhadap data kecenderungan kenakalan remaja dengan persepsi keharmonisan keluarga dan konsep diri, diperoleh hasil koefisien korelasi F-reg = 30,600 p < style=""> dengan koefisien diterima yaitu ada peran persepsi keharmonisan keluarga dan konsep diri terhadap kecenderungan kenakalan remaja, dengan sumbangan efektif masing-masing prediktor yaitu konsep diri memiliki peran 30,5% sedangkan keharmonisan keluarga yaitu 7,2 %.
Kata kunci: Persepsi keharmonisan keluarga, konsep diri, kecenderungan kenakalan remaja.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar