Etika Psikologi Eksperimen

Dalam melakukan penelitian, ada aturan-aturan, etika-etika yang harus di taati. Penelitian yang memenuhi kaidah ilmu pengetahuan dibatasi oleh beberapa peraturan, khususnya yang berkaitan dengan pihak-pihak yang terlibat dalam penelitian eksperimen dan pengguna hasil penelitian eksperimen. Merujuk pada suatu etika penelitian eksperimen dalam psikologi yang diterbitkan oleh British Psychological Society (BPS) dan American Psychological Association (APA), maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penelitian psikologi, termasuk penelitian dengan metode eksperimen.

Berikut Etika Penelitian Eksperimen:
  1. Kebebasan bagi publik untuk dapat mengakses hasil penelitian 
  2. Menjaga kerahasiaan subjek penelitian
  3. Mengirimkan hasil penelitian kepada subjek
  4. Memberikan hal subjek dan meminta persetujuan terlebih dahulu untuk kesediaan menjadi subjek penelitian, dengan memeberitahukan konsekuensi yang muncul dalam penelitian. Kalau diperlukan ada penandatanganan kontrak tertulis dengan hak dan kewajiban yang jelas. 
  5.  Memberitahukan secara jujur dan jelas kepada subjek tentang prosedur penelitian yang telah dilakukan, termasuk hal-hal yang disembunyikan oleh peneliti. Hal ini dilakukan setelah penelitian usai. 
  6. Memberikan terapi atau bantuan kepada subjek yang mengalami akibat negatif baik secara fisik atau psikis dari penelitian, sampai kembali sehat seperti keadaan semula sebelum penelitian 
  7. Penelitian yang melibatkan binatang harus memperhatikan akibat negatif yang mungkin dialami binatang, seperti indra melemah, menyendiri, memar atau luka fisik, kelaparan dan penggunaan bahan ekstrim (listrik, bahan kimia)

(Shaugghnessy, jj & Zechmeister, EB, 1990)
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar